Showing posts with label Sains. Show all posts
Showing posts with label Sains. Show all posts

Thursday, October 17, 2013



Temuan Fosil Dinosaurus Langka Senilai Rp10 Miliar - Fosil tulang belulang dinosaurus yang ditemukan di area pertambangan bisa bernilai miliaran rupiah. Fosil dinosaurus Diplodocus berusia 150 juta tahun ini dilelang bulan depan di Inggris dan ditaksir bisa mencapai hingga 600 ribu poundsterling atau sekira Rp10,8 miliar.

Dilansir Mirror, Kamis (17/10/2013), fosil dinosaurus ini memiliki

Monday, October 14, 2013

Penelitian: Musisi Punya Daya Ingat Tajam
Asalasah ~ Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari St. Andrews University di Skotlandia menunjukkan bahwa musisi memiliki daya ingat lebih tajam dibandingkan orang yang tidak bisa memainkan alat musik.

Mereka menjelaskan, orang yang bisa memainkan alat musik secara handal hanya membutuhkan sedikit waktu untuk menyelesaikan tugas-tugas. Hebatnya lagi mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk memproses informasi dan hasilnya pun cukup akurat.

Para peneliti bependapat bahwa orang yang pandai bermain alat musik juga tidak akan mengalami penurunan mental saat memasuki usia senja. Demikian dikutip dari Softpedia, Senin (30/9/2013).
"Studi kami menunjukkan bahwa tingkat moderat dari aktivitas musik bisa mendapatkan keuntungan fungsi otak," ujar salah seorang peneliti Ines Jentzsch.

"Kegiatan bermusik tidak hanya dapat memperkaya kehidupan seseorang, tetapi juga memberi manfaat terhadap fungsi fisik dan mentalnya," lanjutnya.

Baca Juga:  
Sumber: http://berita.plasa.msn.com/teknologi/okezone/penelitian-musisi-punya-daya-ingat-tajam-1

Sunday, October 13, 2013


28 Juta Tahun Lalu, Ada Meteor Yang sapu Bersih Permukaan Bumi



Foto: Meteor © Huffingtonpost.com


Reporter: Heru Gustanto





okesharezone - 28 Juta Tahun Lalu, Ada Meteor Yang sapu Bersih Permukaan Bumi | Sebuah penelitian berhasil mengungkap bahwa ada kemungkinan yang telah menyapu bersih wilayah bumi pada 28 juta tahun lalu adalah sebuah komet.





Sebuah bukti yang terdapat pada bros yang dimiliki oleh raja Tutankhamen dari Mesir mengungkapkan bahwa sekitar 28 juta tahun lalu, tepatnya di gurun Sahara, sebuah meteor jatuh menabrak bumi.





Seperti dikutip dari National Geographic (11/10), ledakan meteor setelah menumbuk bumi tersebut melahirkan kekuatan yang maha dahsyat dengan panas sebesar 2000 derajat Celcius dan menyapu lebih dari 2,300 mil persegi di Sahara.





Seketika setelah panas tersebut menyapu daerah itu, pasir dan segala hal di sekitarnya meleleh menjadi sebuah hamparan yang mirip permukaan gelas silika berwarna kuning.





Bertahun-tahun setelahnya, seseorang yang akhirnya menjadi raja di Mesir itu berhasil menggunakan pecahan yang diperkirakan adalah sisa kerikil meteor tersebut serta menggunakan bubuk dari kaca silika itu dalam bros yang dimilikinya.





Penemuan serta bukti tersebut sangatlah penting karena dapat dijadikan rujukan untuk menyingkap formasi dan awal mula kehidupan di bumi.





Sayangnya, walaupun mengklaim bahwa bros tersebut merupakan bukti bahwa 28 juta tahun tersebut ada meteor yang berhasil menyapu sebagian besar permukaan bumi, namun para peneliti masih kesulitan menemukan letak tumbukan meteor dengan tanah tersebut terjadi.





"Tidak ada tanda dan kita masih belum menemukan letak pasti di mana meteor tersebut meledak," jelas Davin Block, seorang astronom dari Wits University di Johannesburg, Afrika Selatan.


Saturday, October 12, 2013

Bumi
Asalasah ~ Hasil penelitian terkini menunjukkan bahwa oksigen sudah ada di atmosfer Bumi sejak 2,6 miliar sampai 2,7 miliar tahun lalu, lebih awal dari perkiraan semula.

Para peneliti dari University of British Columbia di Kanada meneliti kandungan krom dan logam lain pada sampel bebatuan purba dari Afrika Selatan yang bisa menjadi petunjuk reaksi antara oksigen atmosfer dan mineral-mineral dalam batuan Bumi.

Menurut hasil studi mereka yang dipublikasikan di jurnal Nature edisi 26 September 2013, oksigen sudah ada di atmosfer sekitar 2,6 miliar sampai 2,7 miliar tahun lalu.

Studi itu juga menunjukkan bahwa atmosfer Bumi mengalami oksigenasi sekitar tiga miliar tahun lalu, 600 juta tahun lebih awal dari Great Oxidation Event.

Pada gilirannya ini menunjukan bahwa ada sesuatu yang membuat oksigen ada di atmosfer zat di bumi yang dapat menaruh oksigen.

"Fakta bahwa oksigen ada di sana memerlukan fotosintesis oksigenik, metabolisme sangat kompleks, sangat awal dalam sejarah Bumi," kata Sean Crowe, ahli biogeokimia dari University of British Columbia, seperti dilansir LiveScience.

Selain itu, secara keseluruhan para ilmuwan menduga level oksigen atmosfer tiga miliar tahun lalu 100.000 kali lebih tinggi dari apa yang bisa dijelaskan reaksi kimia reguler di atmosfer Bumi.

"Ini menunjukkan bahwa sumber oksigen ini hampir pasti biologis," kata Crowe.

"Menarik bahwa butuh waktu yang relatif singkat untuk fotosintesis oksigenik berevolusi di Bumi. Artinya ini juga bisa terjadi di planet-planet lain, memperluas dunia-dunia yang bisa memiliki atmosfer beroksigen," kata Crowe.

Bumi diperkirakan berusia sekitar 4,5 miliar tahun. Sebelumnya pada ilmuwan berasumsi oksigen baru ada di Bumi sekitar dua miliar tahun pertama usia Bumi.

Mereka berpendapat, oksigen pertama kali menyelimuti atmosfer sekitar 2,3 miliar tahun yang lalu, pada masa yang disebut Great Oxidation Event, peristiwa oksidasi besar.


Baca Juga:  
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/trendtek/sains/13/09/30/mty1tx-sejak-kapan-oksigen-selimuti-atmosfer-bumi

'Kiamat' Terjadi Tanggal 16 Maret 2880?


Foto: Asteroid. Hotonline.net




okesharezone - 'Kiamat' Terjadi Tanggal 16 Maret 2880? | Bumi kemungkinan akan dihantam sebuah asteroid super besar pada 16 Maret 2880. Akibat tabrakan ini, diperkirakan kerusakan yang dihasilkan akan sangat besar mengingat ukuran asteroid tersebut.





Seperti yang dilansir Mashable (9/10), asteroid yang dimaksud adalah 1950 DA yang pertama kali ditemukan pada Februari 1950 silam. Dalam pengamatan di Maret 2001, diketahui asteroid ini sedang mengarah ke bumi dengan tingkat rotasi tinggi (2,1 jam).





Menurut penelitian, memang kecil kemungkinannya asteroid ini untuk menabrak bumi pada tahun tersebut. Namun, jika benar menabrak, maka kerusakan yang dihasilkan akan dua kali lipat lebih besar dari seluruh serangan asteroid yang pernah terjadi di bumi.





Peneliti sendiri saat ini menyatakan bahwa kemungkinan tabrakan adalah 0 hingga 0,33 persen. Namun, angka kecil ini didapatkan karena mereka belum mengetahui pasti tentang karakter asteroid tersebut. Jika sudah diketahui, angkanya bisa jadi lebih tinggi atau lebih rendah.





Adapun serangan asteroid 1950 DA ini bisa disebut kiamat mengingat ukurannya yang amat besar. 1950 DA memiliki lebar 1,1 kilometer dengan luas yang masih belum diketahui.





Sebagai catatan, asteroid dengan ukuran ini diyakini mampu membuat kehancuran di muka bumi secara global jika benar-benar menabrak. 1950 DA sendiri bukanlah satu-satunya ancaman terhadap bumi, masih ada sekitar seribu asteroid lain dengan ukuran lebih besar yang juga mendekati orbit bumi.


Friday, October 11, 2013

LIPI Temukan Teknologi Sperma Sexing untuk Sapi
Asalasah ~ Populasi sapi dan kerbau tahun ini mengalami penurunan cukup besar. Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Lukman Hakim, mengatakan Indonesia kini krisis bibit sapi karena sebagian besar sapi berkualitas bagus banyak dijual dan dipotong.

"Jadi kualitas sapi kita makin hari makin menurun. Yang bagus-bagus dipotong," kata Lukman saat ditemui di Bengkulu, Sabtu, 28 September 2013.

Berdasarkan hasil sensus ternak 2013, populasi sapi dan kerbau pada 1 Mei 2013 tercatat 14,2 juta ekor atau turun 15 persen dibanding hasil pendataan tahun lalu. Tahun lalu, populasi sapi dan kerbau tercatat 16,7 juta ekor.

Untuk mengatasi berkurangnya populasi sapi, LIPI berhasil menemukan teknologi inseminasi buatan dengan sperma sexing. Teknologi inseminasi buatan menggunakan sperma sexing akan menghasilkan anak sapi dengan jenis kelamin sesuai harapan, bisa memilih jantan atau betina.

"Tingkat akurasi teknologi ini untuk menentukan jenis kelamin sapi mencapai 96 persen. Artinya, dalam 100 sapi, ada 96 yang sesuai. Ini suatu kemajuan karena secara teoretis saat itu tingkat presisinya hanya 80 persen," ujar Lukman.

Syahruddin Said, peneliti dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI yang terlibat dalam proyek ini, mengungkapkan teknologi sperma sexing adalah salah satu upaya untuk menjawab masalah pemenuhan kebutuhan daging nasional. Teknologi ini juga dapat menentukan struktur populasi dalam suatu kawasan peternakan sapi.

Lewat teknologi ini, jenis kelamin dari pedet (anakan sapi) dapat ditentukan sejak awal. Perbandingan jenis kelamin dalam populasi di peternakan bisa diatur. "Sangat strategis untuk peternakan sapi susu dengan memilih sapi betina, dan sapi daging dengan memilih sapi jantan," tulis Syahruddin dalam katalog informasi LIPI saat pameran LIPI Expo, di Bengkulu.

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI telah berhasil mengaplikasikan teknologi sperma sexing dengan hasil S/C (inseminasi buatan per konsepsi) 1,37. Pada penelitian 2005 lalu, tercatat tingkat keberhasilan kelahiran sesuai dengan harapan adalah 81 persen.

Sexing atau pemisahan sperma adalah kegiatan yang bertujuan untuk memisahkan spermatozoa yang membawa sifat kelamin jantan dengan betina. Teknologi ini bertujuan untuk menjawab tingginya permintaan peternak terhadap pedet atau anak sapi jantan potong karena harga jualnya yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan anak betina.

Awalnya, sperma dikoleksi dari sapi jantan. Selanjutnya, dilakukan pemisahan sperma dengan kromosom X yang akan menjadi cikal anakan betina dan sperma kromosom Y yang menjadi anakan jantan.

Pemisahan sperma dilakukan dengan filtrasi menggunakan kolom BSA (Bovine Serum Albumin). Pemisahan kolom BSA ini terdiri atas BSA 5 persen menghasilkan 2 mililiter sperma X, dan BSA 10 persen menghasilkan 2 mililiter sperma Y. Konsentrasi BSA 5-10 persen memberikan hasil optimum dalam memisahkan sperma X dan Y pada sapi.

Sperma yang sudah dipisahkan kemudian disedot, dimasukkan dalam straw untuk disimpan dan dibekukan. Proses pembekuan dibantu dengan nitrogen cair dan disimpan pada suhu -196 derajat Celsius. Barulah sapi dapat diinjeksi dengan sperma tersebut untuk menentukan jenis kelamin.

Selain teknologi sperma sexing, LIPI lebih dulu mengembangkan teknologi transfer embrio. Teknologi ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan pejantan dan betina unggul dalam memproduksi bibit unggul ternak. Melalui teknologi transfer embrio, seekor betina mampu memberikan keturunan lebih dari 25 ekor per tahun.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/09/29/061517550/LIPI-Temukan-Teknologi-Sperma-Sexing-untuk-Sapi

Tuesday, October 8, 2013

Asalasah ~ Lebih kurang 5 miliar tahun lagi, atau menjelang akhir usianya, Matahari akan kehilangan bahan bakarnya. Bintang induk Tata Surya itu akan "membengkak" hingga lapisan luarnya mengembang, berubah menjadi apa yang disebut dengan bintang raksasa merah.

Proses terus berlanjut hingga akhirnya Matahari kehilangan seluruh materialnya dan planet-planet seperti Merkurius, Venus, dan Bumi tertelan. Pada akhirnya, Matahari nantinya hanya akan berupa inti bintang yang kecil dan mampat, diistilahkan dengan bintang katai putih.

Seperti apa wajah Matahari 5 miliar tahun lagi? Citra dari teleskop antariksa Hubble menyuguhkan gambarannya. Citra itu, seperti digambarkan di atas, menunjukkan bintang HD 184738 yang terletak di nebula planet di konstelasi Cygnus.

HD 184738 kini tengah mengalami tahap perubahan menjadi bintang raksasa merah dengan lapisan luarnya yang mengembang. Cahaya merah dan jingga yang ditunjukkan pada foto merepresentasikan gas hidrogen dan nitrogen. Wajah Matahari menjelang akhir usianya nanti akan seperti HD 184738.

Sebenarnya, HD 184738 adalah bintang yang berbeda dengan Matahari. Bintang ini termasuk bintang golongan Wolf Rayet, 20 kali lebih masif dari Matahari. Nama golongan bintang diambil dari nama astronom Perancis, Charles Wolf dan Georges Rayet.

HD 184738 sangat terang dalam pengamatan dengan inframerah dan tampak dikelilingi oleh debu yang serupa dengan debu pembentuk Bumi. Sampai kini, asal-usul debu itu belum diketahui. Citra ini dirilis oleh tim Hubble dan European Space Sgency (ESA) di situs spacetelescope.org pada 18 September 2013 lalu.

Baca Juga:  
Sumber: http://sains.kompas.com/read/2013/09/23/1220449/Wajah.Matahari.pada.Akhir.Tahap.Evolusinya
Asalasah ~ Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) atau asam deoksiribo nukleat merupakan molekul yang mencirikan profil genetik seseorang. Umumnya tes DNA digunakan untuk mengidentifikasi kesamaan orang, misal orangtua dan anak.

Namun seiring kemajuan teknologi, tes DNA justru dimanfaatkan untuk hal lain, mencari jodoh atau pasangan hidup.

Dalam Genius beauty, insinyur asal Inggris, Erik Holzl membuktikan bahwa DNA memiliki dampak langsung terhadap manusia untuk mencari pasangan dengan gen yang kompatibel.

Hal itu kemudian dilakukan oleh sebuah situs perjodohan ScientificMatch. Mereka memberi kesempatan pada para pengguna situs untuk tes DNA dengan menggunakan sampel air liur. Hasil tes kemudian digunakan untuk menemukan pasangan yang sempurna.

Erik, menjelaskan tubuh manusia dapat merasakan kekebalan tubuh orang lain, karena itu membuat setiap orang memilih pasangan yang diinginkan sesuai dengan apa yang ada dalam dirinya. (Umi)

Baca Juga:  

Sunday, October 6, 2013

Inilah Rupa Otak Albert Einstein - Bagi yang belum pernah melihat, gambar di atas menunjukkan otak Albert Einstein. Tahun 1955, setelah Einstein meninggal, ahli patologi dari Princeton University, Thomas Harvey, mengambil otak sang genius itu lewat autopsi. Ia berharap kecerdasan bisa terungkap dengan meneliti otak tersebut.



Penelitian mengungkap bahwa otak Einstein memiliki beberapa perbedaan

Monday, September 30, 2013

Aneh, Otak Manusia Ini Sangat Mulus
Asalasah ~ Ada yang aneh dengan spesimen otak manusia yang dipajang di museum Universitas Texas di Austin, Amerika Serikat. Permukaan otak itu sangat mulus, tidak seperti lazimnya otak manusia yang penuh lekukan dan lipatan untuk mendukung kinerja yang sangat kompleks.

Satu hal yang terlintas dalam pikiran saat melihat otak "aneh" itu: seperti apa hidup si pemilik otak? 

Fotografer Adam Voorhes mengatakan otak itu adalah milik bekas pasien sebuah fasilitas kesehatan mental yang kini bernama North Texas State Hospital. Pasien itu--belum diketahui pasti jenis kelaminnya--meninggal di sana pada 1970. 

Yang juga aneh adalah tabung awetan untuk menampung otak itu dilabeli dengan nomor referensi. Sedangkan mikrofilm yang berisi catatan medis si pasien telah hilang.

Voorhes menghabiskan satu tahun mencoba untuk melacak informasi detail tentang otak "aneh" itu dan hampir 100 spesimen otak manusia lain yang diawetkan dan menjadi koleksi Universitas Texas. "Namun usaha saya sia-sia," ujarnya, Rabu, 18 September 2013. 

Label pada tabung awetan menyatakan bahwa si pasien pemilik otak "aneh" menderita agyria--kelainan otak akibat kekurangan gyri dan sulci, lekukan dan lipatan yang dibentuk oleh korteks serebral yang umumnya berkerut. Kelainan yang juga dikenal sebagai lissencephaly ini terbilang sangat jarang, namun sering menyebabkan kematian sebelum si penderita berusia 10 tahun. Lissencephaly dapat menyebabkan kejang otot, kram otak, dan secara cepat mengurangi luas permukaan dari bagian utama otak, mengakibatkan berbagai kesulitan belajar.

David Dexter, yang menjalankan Parkinson's UK Brain Bank di Imperial College London, mengatakan belum pernah melihat hal seperti ini sebelumnya. "Kami pernah menjumpai individu yang aneh dengan sulci yang hilang, tapi kondisinya tidak sedrastis otak ini," ucap dia, seperti dikutip Newscientist. Ia tidak terkejut si pemilik otak "aneh" ini bisa selamat sampai dewasa karena otak sangat adaptif, meskipun hal itu akan memicu efek yang merusak.

Awal tahun ini Universitas Texas telah melakukan pemindaian MRI (magnetic resonance imaging) untuk mendokumentasikan struktur seluruh otak yang ada dalam koleksi. Hasil pemindaian diharapkan dapat menguak misteri tentang otak itu sendiri serta identitas orang yang memiliki otak itu, meskipun rincian hidupnya telah hilang selamanya.

Baca Juga:  
Bumi Bisa Bertahan 1,75 Miliar Tahun Lagi
Asalasah ~ Riset ilmiah menunjukkan bahwa Bumi diperkirakan sudah berusia 4,5 miliar tahun. Planet Biru ini menyokong beragam evolusi makhluk hidup dan mengalami berbagai peristiwa mulai dari bencana alam hingga tabrakan asteroid selama periode itu. Penasaran sampai kapan planet biru ini mampu bertahan?

Penelitian terbaru menunjukkan planet ketiga dalam sistem tata surya ini bisa mendukung kehidupan hingga 1,75 miliar tahun lagi. Itulah kalkulasi usia habitat di Bumi selama tidak ada bencana nuklir hebat, tabrakan asteroid atau intervensi alam lainnya yang mampu menghancurkan planet.

Meski Bumi bisa bertahan dengan segala macam skenario bencana terdahsyat, kekuatan astronomi yang luar biasa tetap saja membuat planet itu tak bisa ditinggali lagi. Di masa datang, antara 1,75 hingga 3,25 miliar tahun dari sekarang, Bumi diprediksi keluar dari jalurnya di tata surya dan masuk ke "zona panas" mendekati matahari.

Perubahan suhu ekstrim adalah ancaman besar bagi kehidupan manusia dan bentuk kehidupan kompleks lainnya. “Manusia sudah kesulitan dengan adanya perubahan kecil suhu. Sementara dalam kondisi ekstrim hanya mikroba tertentu yang bisa bertahan,” kata Andrew Rushby, peneliti dari Universitas East Anglia di Inggris.

Keberadaan air menjadi kunci penting sebuah habitat layak atau tidak. Habitat layak sebuah planet seperti Bumi, dalam sistem tata surya mana pun, dipengaruhi oleh jarak planet dari mataharinya agar bisa memiliki air cair. Semakin dekat ke matahari lautan di Bumi akan menguap karena perubahan suhu ekstrim. Tentu saja kehidupan di Bumi termasuk manusia akan musnah sebelum planet masuk ke zona panas.

Rushby dan koleganya mengembangkan perangkat untuk mengukur usia evolusi kehidupan planet. Dalam riset yang dimuat di jurnal Astrobiologi pekan ini, mereka mengukur Bumi dan delapan planet yang masuk dalam zona habitat yang bisa dihuni termasuk Mars. Usia habitat Bumi diperkirakan mencapai 7,79 miliar tahun. Sementara usia habitat planet lain berkisar antara satu hingga 54,7 miliar tahun.

Fokus utama peneliti kini bagaimana mencari kehidupan di planet lain dan bukan cuma menentukan kapan Bumi mati. Ini berhubungan dengan proses evolusi di Bumi yang sangat kompleks dan terjadi dalam waktu yang panjang. Sel sederhana pertama muncul empat miliar tahun lalu. Serangga muncul baru 400 juta tahun yang lalu disusul oleh kehadiran dinosaurus 100 tahun kemudian. Tanaman berbunga sendiri baru muncul sekitar 130 juta tahun yang lalu.

"Manusia modern saja baru ada dalam 200 ribu tahun terakhir ini, jadi butuh waktu yang sangat panjang bagi satu bentuk kehidupan untuk berkembang," kata Rushby.

Hingga saat ini belum ada planet lain yang kualitasnya sama dengan Bumi untuk menyokong kehidupan. "Jika kita harus pindah ke planet lain, Mars adalah opsi terbaik," kata Rushby. "Planet itu dekat dan akan tetap berada dalam zona aman hingga masa aktif matahari berakhir, sekitar enam miliar tahun dari sekarang."

Baca Juga:  
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/09/20/061515037/Bumi-Bisa-Bertahan-175-Miliar-Tahun-Lagi
Inti Bumi Berputar ke Arah Timur
Asalasah ~ Jakarta--Para ilmuwan di Universitas Leeds berhasil memecahkan teka-teki berusia 300 tahun tentang ke arah mana inti bumi sebenarnya berputar. Hasil penelitian mereka menjelaskan bahwa inti bumi, yang terbuat dari logam solid, sebenarnya berotasi ke arah timur. Sementara selubung inti bumi yang merupakan logam cair berputar ke arah barat dengan kecepatan yang lebih rendah.

Gerakan rotasi ke arah barat akibat medan geomagnet sebenarnya sudah dikemukakan Edmund Halley, ilmuwan yang juga menemukan komet terkenal itu, pada tahun 1962. Namun baru kali ini para ilmuwan berhasil menemukan hubungan antara putaran inti bumi dan gerakan selubung inti bumi sebagai akibat dari pengaruh medan geomagnet bumi.

Hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal ilmiah Proceedings of the National Academy of Sciences edisi 16 September itu membantu para peneliti untuk menjelaskan dinamika inti Bumi yang merupakan sumber medan magnet planet. Dalam beberapa dekade terakhir, seismometer mengidentifikasi putaran ke arah timur dan hal itu menunjukkan inti Bumi yang solid itu melakukan gerakan super-rotasi.

“Kasus ini bisa dijelaskan secara sederhana dengan teori aksi dan reaksi. Medan magnet mendorong inti bumi padat berputar ke timur, lebih cepat dari putaran Bumi dan pada saat yang sama mendorong selubung inti bumi yang cair berputar ke arah sebaliknya,” kata Philip Livermore, peneliti dari Lembaga Kajian Bumi dan Lingkungan di Universitas Leeds.

Inti padat Bumi yang berukuran sebesar bulan itu dibungkus oleh selubung cairan logam. Medan magnet internal Bumi sebenarnya berubah secara perlahan-lahan, dalam skala dekade, yang menyebabkan daya elektromagnetik mendorong inti dalam dan luar untuk berubah seiring waktu. Hal ini yang menyebabkan terjadinya fluktuasi dalam gerakan rotasi inti Bumi ke arah timur, sebuah fenomena yang sudah dilaporkan sejak 50 tahun terakhir oleh para ilmuwan.

Penelitian lain yang berfokus pada artefak arkeologi dan bebatuan berusia ratusan hingga ribuan tahun menyimpulkan bahwa gerakan rotasi tidak ke arah barat. Gerakan rotasi ke arah timur sebetulnya sudah ada dalam 3000 tahun terakhir. Dari model inilah terlihat bahwa inti Bumi ada yang berputar ke arah barat pada periode itu.

Sebuah model inti Bumi dibuat dengan menggunakan super-komputer raksasa Monte Rosa di Pusat Super-komputer Nasional di Lugano, Swiss. Dengan model terbaru ini, para peneliti bisa melakukan simulasi inti Bumi dengan tingkat akurasi 100 kali lebih baik ketimbang model lainnya.

Baca Juga:  


Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/09/18/061514284/Inti-Bumi-Berputar-ke-Arah-Timur

Sunday, September 29, 2013

Robot Ular Akan Dikirim Untuk Jelajahi MarsAsalasah ~  Bisakah robot ular dikirim untuk menjelajahi planet Mars? Itulah teori yang sedang diteliti para peneliti di Foundation for Scientific and Industrial Research (SINTEF). Mereka berencana mengirim robot ular untuk mengeksplorasi planet merah itu.

Para peneliti percaya bahwa robot ular bisa membantu mengatasi tantangan utama dalam menjelajahi Mars. Robot ular bisa merayap dengan baik seperti memanjat batu dan berpindah melalui lubang kecil. Hal ini memungkinkan para ilmuwan untuk mengumpulkan sampel berharga dari planet Mars yang selama ini sulit atau tidak mungkin untuk diperoleh.

Namun ukuran robot yang kecil masih dianggap sebagai rintangan. Karena itulah peneliti berencana memasangkan robot ular itu dengan rover agar bisa melintasi jarak lebih efisien.

"Salah satu opsinya adalah menjadikan robot itu menjadi salah satu lengan kendaraan, dengan kemampuan melepaskan diri dan menyambungkan dirinya kembali, sehingga dapat diturunkan ke tanah dan merangkak secara independen," kata salah sat peneliti Aksel Transeth.

Menurut yang dilansir laman The Verge, Jumat (20/9/2013), robot ular ini juga berpotensi membantu membebaskan rover jika terjebak di permukaan Mars.

Penelitian ini masih sangat awal, SINTEF saat ini sedang melakukan studi kelayakan untuk European Space Agency (ESA). "Kami memulai studi pada bulan Juni lalu dan rencananya akan berakhir pada bulan Desember mendatang," ujar Transeth lagi.

"Ada banyak tantangan yang masih harus kami atasi. Kami masih kesulitan mencari tahu bagaimana membuat robot ini bekerja dalam ruang bergelombang dan sangat terbatas," jelas Profesor robotik Howie Choset.

ESA berencana mengirim rover sendiri, ExoMars, pada tahun 2016 dan 2018. NASA yang saat ini masih mengandalkan Curiosity, juga berencana untuk mengirim rover lain ke Mars pada tahun 2020.

Baca Juga:  
Stephen Hawking
Asalasah ~ Fisikawan kondang dunia Stephen Hawking mencetus gagasan yang cukup mencengangkan.

Profesor yang menderita penyakit saraf neuron motorik sejak umur 21 tahun itu secara terbuka mendukung gagasan bunuh diri dengan alat bantu bagi penderita terminal stadium III atau penyakit yang sudah masuk tahap ganas.

Gagasan itu tentunya butuh syarat, yaitu keinginan untuk mengakhiri hidup harus benar-benar muncul dari sang penderita penyakit.

"Saya pikir mereka yang memiliki penyakit terminal dan mereka yang kesakitan harus memiliki hak untuk memilih mengakhiri hidup mereka," jelas Hawking saat bincang-bincang dalam acara peluncuran film dokumenternya.

"Tentu saja, mereka yang membantu penderita mengakhiri hidupnya harus bebas dari tuntutan," ujar Hawking.

Ide kontroversial Hawking itu bukan tanpa alasan. Ia merasa empati dengan penderitaan orang yang mengidap penyakit ganas tersebut. Dia sendiri juga pernah mengalami ujian, ia pernah ditawari agar segera mati untuk mengakhiri penderitaannya.

"Kami tidak membiarkan hewan menderita, jadi demikian halnya dengan manusia. Kenapa tidak?," ujarnya saat wawancara dengan BBC.
Hawking menekankan, meski opsi bunuh diri bisa dilakukan, tapi ia menekankan harus ada perlindungan hukum guna mencegah penyalahgunaan hak.

"Harus dipastikan bahwa yang akan melakukan bunuh diri tidak sedang mengalami tekanan atau di luar persetujuan penderita," tegasnya.

Gagasan bunuh diri dengan bantuan atau euthanasia memang menimbulkan kontroversi.

Dilansir Huffingtonpost, bunuh diri dengan bantuan orang atau mesin di wilayah Inggris merupakan opsi yang ilegal dan mengundang perdebatan serius.

Pendukung hak untuk mengakhiri hidup berkilah, orang atau penderita yang ingin memutuskan bunuh diri seharusnya diizinkan mati dengan cara yang bermartabat.

Sedangkan penentang gagasan kontroversial itu membantah bahwa liberalisasi hukum bisa mengakibatkan orang rentan dengan risiko bunuh diri.

Beda tempat beda aturan. Jika di Inggris dilarang, di Swiss dan beberapa negara bagian AS, euthanasia dianggap sah tapi khusus untuk kondisi tertentu.

Meski mendukung gagasan bunuh diri itu, Hawking tetap berharap penderita penyakit akut atau ganas tetap bisa bertahan dan tak menyesali apa yang telah terjadi pada mereka.

"Teori fisika merupakan salah satu bidang yang mengatakan bahwa menjadi cacat itu bukan rintangan. Itu semua tergantung pikiran," kata ilmuwan yang masih aktif di Universitas Cambridge. (umi)

Baca Juga: 

Tuesday, September 24, 2013

Asalasah ~ Elysia chlorotica adalah siput laut berwarna hijau cerah yang sangat unik. Siput laut ini memiliki kemampuan fotosintesis, yaitu kemampuan untuk membentuk zat makanan dengan menggunakan energi matahari.



Elysia chlorotica. (creepyanimals.com)


Kloroplas
Elysia chlorotica yang masih muda hidup dengan memakan ganggang laut selama sekitar dua minggu. Setelah itu, siput laut ini tidak perlu lagi makan untuk terus hidup.

Setelah diteliti, ternyata siput laut ini menyimpan kloroplas dari ganggang-ganggang yang dimakannya, dan menggunakannya untuk membentuk energi. Kloroplas adalah sel hijau yang terdapat pada tumbuhan yang berfungsi mengubah sinar matahari menjadi energi.

Siklus kehidupan Elysia chlorotica. (jeb.biologists.org)


Kemudian munculah satu misteri. Kloroplas memiliki DNA yang menghasilkan hanya 10% dari protein-protein yang dibutuhkan untuk berfotosintesis. Gen-gen lain untuk menghasilkan 90% sisanya dapat ditemukan di DNA nuklir ganggang.

Jadi pertanyaannya adalah bagaimana kloroplas dapat bekerja dengan baik di sel hewan yang tidak memiliki gen-gen ini?


Pencuri Gen

Di satu eksperimen, diambillah gen kloroplas dari ganggang Vaucheira litorea, salah satu ganggang favorit siput ini. Kemudian para peneliti membandingkan dengan DNA si siput laut dan menemukan adanya gen yang identik dengan salah satu gen vital yang dimiliki ganggang laut.

Para peneliti hanya dapat berasumsi bahwa siput laut ini mungkin mencuri gen dari makanannya. Fenomena ini dinamakan kleptoplasty. Dengan gen-gen curian ini, siput dapat memproduksi protein-protein yang diperlukan untuk menjaga keaktifan kloroplas.

Di penelitian berikutnya, para peneliti menemukan gen ini juga terdapat di sel seks Elysia chlorotica. Artinya, kemampuan untuk berfotosintesis ini juga diturunkan ke generasi selanjutnya.



Siklus kehidupan Elysia chlorotica. (pnas.org)



Manusia Berfotosintesis?
DNA berpindah dari satu spesis ke spesis lainnya tidaklah jarang terjadi, tetapi biasanya DNA tidak dapat berfungsi di spesis lainnya. Kasus yang terjadi pada siput laut ini sangatlah unik, karena gen ganggang dapat berfungsi dengan baik di dalam tubuh siput.

Ini tidaklah mungkin terjadi pada manusia, memiliki kemampuan berfotosintesis setelah memakan banyak ganggang laut. Karena sistem pencernaan kita akan menghabiskan semuanya: kloroplas dan DNA-nya.

Baca Juga:  

Monday, September 23, 2013

Tiga Asteroid Ini Akan Ditangkap oleh NASA
Asalasah ~ Rencana lembaga antariksa Amerika Serikat (NASA) untuk menangkap asteroid tampaknya tidak main-main. Ada tiga asteroid yang masuk dalam radar incaran NASA. Ketiganya akan ditangkap kemudian ditarik ke orbit bulan untuk selanjutnya dieksplorasi oleh para astronot.

NASA berencana menangkap batuan angkasa selebar tujuh meter itu menggunakan robot laso. Begitu asteroid itu dipindahkan ke orbit stabil di sekitar bulan, astronot akan mengunjunginya pada 2021 mengendarai kapsul antariksa Orion yang diluncurkan dengan roket raksasa Space Launch System.

Paul Chodas, seorang ilmuwan senior di Program Obyek Dekat Bumi NASA, menyatakan tiga asteroid itu diseleksi dari 14 kandidat. "Jika semuanya berjalan baik, ketiganya akan menjadi kandidat valid yang bisa menjadi target bersertifikat," katanya, Jumat, 13 September 2013.

Chodas menyatakan misi eksplorasi asteroid akan berprospek cerah karena NASA bisa menemukan lebih dari lima kandidat asteroid per tahun. Para astronot direncanakan bisa mulai mengeksplorasi asteroid pada 2025. 

Misi eksplorasi asteroid merupakan salah satu tujuan eksplorasi antariksa yang dicanangkan oleh Presiden Barack Obama pada 2010. Berdasarkan studi Institut Keck, NASA pada 2014 menyiapkan anggaran sebesar US$ 100 juta untuk mempersiapkan misi ini, meski seluruh proyek bisa menghabiskan biaya hingga US$ 2,6 miliar.

Baca Juga:  

Friday, September 20, 2013


Peneliti Akhirnya Temukan Bentuk Alien Yang Sebenarnya


Foto: 5 Planet alien di luar tata surya. ©Scienceinpublic.com.au




okesharezone - Peneliti Akhirnya Temukan Bentuk Alien Yang Sebenarnya | Sebuah bukti nyata mengenai keberadaan alien di alam semesta ini akhirnya ditemukan. Hal ini setelah para peneliti memeriksa sebuah balon luar angkasa yang pernah mereka lepaskan.





Seperti yang dilansir oleh Mashable (19/9), penemuan ini dilakukan oleh para peneliti dari University of Sheffield. Kemudian, hal ini pun dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Journal of Cosmology yang juga diangkat oleh beberapa koran lokal.





Adapun bentuk alien ini tak seperti yang tergambar dalam film-film fiksi ilmiah selama ini. Alien yang ditemukan para peneliti adalah sebuah mikroorganisme yang menempel dalam balon angkasa mereka.





Sebelumnya, Professor Milton Wainright dan tim meluncurkan balon ini dan dilengkapi dengan beberapa organisme steril yang bisa menyebar ketika menyentuh stratosfer.





Ternyata, organisme ini kembali ke bumi dengan beberapa biomorph, bentuk organisme terkecil yang belum pernah dijumpai di bumi. Kemungkinan, alien ini sendiri dulu asalnya dari meteor dan komet yang hancur tergerus atmosfer bumi.





"Pendapat kami kehidupan selama ini bersumber dari luar angkasa yang datang ke bumi. kehidupan memang tak hanya ada di sini saja, sehingga bisa dipastikan bumi bukanlah sumber kehidupan satu-satunya.





Peneliti pun kemudian berbondong-bondong untuk melakukan beberapa tes lanjutan. Jika banyak yang membenarkan bahwa ini merupakan organisme baru, maka teori evolusi kehidupan yang berkembang selama ini pun sepertinya harus dikaji ulang kebenarannya.


Thursday, September 19, 2013

Ilustrasi otak kiri dan otak kanan pada manusiaAsalasah ~ Selama ini diyakini karakter maupun kepribadian seseorang dipengaruhi oleh kerja otak kiri dan otak kanan. Otak kiri dipahami dominan dengan hal-hal yang berhubungan dengan logika, rasio, kemampuan menulis, membaca maupun menganalisis.

Sementara otak kanan berperan dalam hal pengendalian emosi. Pada otak kanan, terletak kemampuan intuitif, kemampuan merasakan, memadukan, dan ekspresi tubuh, seperti menyanyi, menari, melukis, dan segala jenis kegiatan kreatif lainnya.

Tapi, penelitian dari ilmuwan University of Utah berkesimpulan keyakinan itu adalah omong kosong. Hanya mitos belaka.

Dilansir LiveScience, 5 September 2013, peneliti telah berkesimpulan itu setelah menganalisis lebih dari 1.000 sampel otak. Mereka tak menemukan bukti-bukti bahwa orang tertentu lebih dominan menggunakan otak kiri maupun kanan.

Sepanjang penelitian, semua responden malah menggunakan otak mereka secara bersamaan.

Menurut pemimpin studi, Dr Jeff Anderson direktur fMRI Neurosurgical Mapping Service, University of Utah, memang meyakini adanya kecenderungan orang lebih menggunakan bagian otak yang lain guna menjalankan fungsi tertentu. Kecenderungan itu disebut lateralisasi.

Tapi, menurutnya tidak berarti penulis atau orator lebih menggunakan otak kiri lebih daripada otak kanan.

Salah paham
Menurut Anderson, terdapat kesalahpahaman bahwa untuk menganalisis dilakukan pada satu bagian otak saja dan semua proses kreatif juga hanya terjadi pada sisi otak yang berlawanan.

Ia malah membantah, hal itu lebih merupakan hubungan antara semua daerah otak yang memunginkan manusia untuk terlibat dalam kreativitas dan berpikir analitis.

"Ini bukan kasus otak kiri berhubungan dengan logika sementara penalaran lebih dominan di otak kanan," jelas Anderson. "Demikian halnya kreativitas, prosesnya tak didominasi pada otak kanan melebihi otak kiri," tegasnya.

Tim Anderson telah melakukan pindai otak responden berusia 7 hingga 29 tahun. Peneliti memeriksa otak mereka saat beristirahat.

Peneliti menemukan aktivitas pada 7.000 bagian otak dan kemudian memeriksa koneksi saraf bagian dalam dan saraf di antara daerah tersebut.

Meski peneliti melihat kantung lalu lintas saraf berat pada daerah tertentu. Dan rata-rata, lanjut peneliti, kedua sisi otak pada dasarnya sama dalam hal jaringan saraf dan konektivitas.

"Pada beberapa orang, kami tidak melihat pola yang mana seluruh jaringan otak kiri maupun otak kanan lebih terhubung," jelas Jared Nielsen, mahasiswa pascasarjana, yang juga terlibat pada studi itu. (umi)

Baca Juga:  

  • Efek Buruk Mendengarkan Musik Volume Tinggi
  • Ilmu Asik! Cara MengHack Tubuh Manusia
  • Ponsel Berlayar Lebar laris Manis di India

  • Sumber: http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/441818-peneliti--otak-kiri-dan-kanan-itu-hanya-mitos

    Wednesday, September 18, 2013

    Robot LADEE
    Asalasah ~ Keadaan cuaca "terlihat bagus" bagi NASA pada Jumat malam untuk meluncurkan robot mungil luar angkasa yang akan mengemban tugas menyelidiki debu bulan yang misterius yang ditemukan astronot Apollo puluhan tahun lalu.

    Pesawat Luar Angkasa Penjelajah Atmosfir dan Debu Lingkungan Bulan (LADEE) akan diluncurkan pada Jumat pukul 11.27 waktu AS atau sekitar pukul 03.27 waktu GMT Sabtu (10.27 WIB) dari fasilitas NASA di Pulau Wallops, Virginia.

    Langit cerah dan terdapat peluang 95 persen cuaca akan cocok untuk peluncuran, kata perempuan juru bicara, Keith Koehler dari Pulau Wallops.

    Penggemar luar angkasa di New York City dapat melihat secara langsung liputan peluncuran melalui layar lebar Toshiba di Lapangan Times, tepat di bawah tempat bola Tahun Baru dijatuhkan setiap tahun.Peluncuran juga dapat disaksikan melalui laman NASA www.nasa.gov.

    Lebih dari 40 tahun setelah astronot Apollo terakhi meninggalkan bulan, LADEE akan menyelidiki salah satu keanehan yang pernah mereka temukan.

    Para anggota tim mengaku melihat benda kemilau di cakrawala bulan setiap menjelang matahari terbit. Fenomena ini oleh komandan Apollo 17, Eugene Cernan dilukis dalam bentuk sketsa di notes, diperkirakan merupakan pantulan sinar matahari di bulan yang atmosfirnya tidak memiliki udara.

    Para ilmuwan menduga bahwa debu dari permukaan bulan memercikkan listrik. LADEE akan mengelilingi bulan dan mengumpulkan data untuk menguji teori.

    Astronot Apollo menggambarkan debu itu "seperti bedak talkum tetapi beraroma tajam seperti mesiu dan menempel di sepatu boots, sarung tangan dan perlengkapan mereka.

    Selain mempelajari debu bulan, LADDE akan membuktikan kantong renggang gas yang menyelimuti sekeliling bulan, suatu lapisan tipis yang membentang dan diartikan sebagai atmosfir.

    Para ilmuan merujuk atmosfir seperti itu dan berharap pemahaman mengenai lapisan gas bulan akan menjelaskan kantong serupa di sekitar Merkuri, asteroid dan benda-benda tidak berudara lainnya.

    Pesawat luar angkasa itu dirancang dan dibangun di Pusat Penelitian NASA di lapangan Moffett, California.

    Misi berbiaya 280 juta dolar juga termasuk percobaan sistem komunikasi optikal laser.
    Pesawat robot itu akan diturunkan di titik orbit paling rendah bulan untuk memulai misi ilmiah selama 60 hari sejak diluncurkan.

    Hanya untuk mencapai bulan, LADEE memerlukan waktu 30 hari --10 kali lebih lama dibanding Apollo, karena tenaganya yang lebih rendah.

    Baca Juga:  

  • Pria Lebih Sering Alami Kematian Mendadak Dibanding Wanita
  • Jangan Langsung Sikat Gigi Setelah Makan, Bahaya
  • Ular Boa di Amazon Telan Seekor Monyet

  • Sumber: http://www.republika.co.id/berita/trendtek/sains/13/09/07/msr3bh-ini-robot-luar-angkasa-yang-akan-selidiki-debu-bulan

    Monday, September 16, 2013

    http://asalasah.blogspot.com/2013/09/ampas-tebu-bisa-diolah-jadi-bahan-kertas.htmlAsalasah ~  Pakar manajemen dari Universitas Katholik (Unika) Widya Mandala Surabaya Dr Ir Liliana Dewi MM menyatakan perusahaan kertas PT Pakerin Mojokerto membuktikan bahwa ampas tebu bisa menjadi bahan untuk bubur kertas (pulp).

    "PT Pakerin merupakan pelopor ampas tebu untuk bahan kertas di Indonesia dan inovasi itu muncul dari karyawan perusahaan yang memiliki 'individual innovation capability' akibat lingkungan kerja perusahaan yang mendukung," katanya di Surabaya, Minggu (1/9).

    Doktor yang baru lulus dalam ujian terbuka program doktor ilmu manajemen Unika Widya Mandala Surabaya dengan predikat "cumlaude" pada Sabtu (31/8) itu menjelaskan, pihaknya menemukan korelasi positif antara inovasi karyawan dan lingkungan kerja perusahaan itu.

    "Di era global, penggunaan kayu dari hutan hujan tropis tidak diperkenankan karena dapat mengakibatkan pencemaran dan kerusakan lingkungan, karena itu peran inovasi itu penting dan menentukan bagi perusahaan di abad ke-21," kata ibu dari tiga anak itu.

    Ia melakukan penelitian tentang "individual innovation capability" itu dengan data dari Kepala Perwakilan/Wakil Kepala Perwakilan pada 65 unit usaha PT Pakerin Group di Indonesia dengan responden sebanyak 144 kepala perwakilan dan wakil kepala perwakilan.

    "Hasil penelitian yang menggunakan program Analysis of Moment Structure (AMOS) sebagai alat analisis itu menunjukkan gagasan inovatif perusahaan itu menggunakan ampas tebu sebagai bahan kertas dan inovasi itu menunjukan pengaruh signifikan Lingkungan Kerja terhadap Individual Innovation Capability," katanya.

    Menurut dia, ada dua temuan dalam studi yang dilakukan untuk menumbuhkan "Performance" perusahaan yaitu Entrepreneurship dan Lingkungan Kerja, namun temuan yang dominan dan positif pengaruhnya adalah Lingkungan Kerja.

    "Perusahaan dapat survive bila masing-masing individu di dalamnya berjiwa inovatif dan PT Pakerin menunjukkan bahwa lingkungan kerja berdampak signifikan terhadap kemampuan inovasi individual itu," kata mahasiswa pascasarjana yang lulus dalam waktu dua tahun 11 bulan itu.

    Tentang lingkungan kerja yang mendukung itu, katanya, antara lain terlihat pada PT. Pakerin Group yang pada saat banyak perusahaan ramai-ramai melakukan PHK, namun PT Pakerin Group justru mempertahankan semua karyawannya.

    "Hal itu menyebabkan karyawan merasa aman dan muncul loyalitas terhadap perusahaan. Lingkungan kerja yang aman ini meningkatkan kemampuan inovasi individual karyawan, sehingga berpengaruh juga pada peningkatan kinerja perusahaan," katanya.

    Ia menambahkan temuannya itu dapat dikembangkan untuk penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor yang mempengaruhi "Individual Innovation Capability", namun hasil yang diperoleh dari PT Pakerin itu dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain dan PT Pakerin sendiri dapat meningkatkan pembinaan karyawan dengan hasil penelitian itu.

    Baca Juga:  

  • Gigitan Nyamuk Pernah Membunuh Seekor Paus
  • Fitur Rahasia dari Android Jelly Bean
  • Ekspresi Burung Marah Ini Menjadi Inspirasi Game Angry Birds

  • Sumber: http://www.beritasatu.com/sains/135488-ampas-tebu-ternyata-bisa-jadi-bahan-kertas.html