Showing posts with label kisah. Show all posts
Showing posts with label kisah. Show all posts

Sunday, October 20, 2013

Asalasah ~ Diusianya yang ke 10 tahun, Issa sudah menjadi seorang anak yang ahli dalam memperbaiki rudal dan mortir. Konflik di Suriah memaksa ia bergelut bersama ayahnya sebagai pembuat senjata.

http://asalasah.blogspot.com/2013/10/oto-dan-kisah-kehidupan-bocah-pembuat-senjata-di-suriah.html
Dengan penuh ketelitian ia selalu mengerjakan apa yang menjadi tanggung jawabnya. Ayahnya memang telah mengajarinya sejak beberapa tahun yang lalu terutama sejak banyak keluarga di Allepo memilih mengungsi dan tinggal di kamp-kamp pengungsian yang tersebar diberbagai perbatasan negeri.

Bocah Teknisi Senjata (© REUTERS/Hamid Khatib)
Disaat anak-anak lainya pergi mengungsi Issa memilih bersimbah keringat diruang yang pengab, ia sibuk membuat rudal-rudal yang akan digunakan oleh para pemberontak.

Bocah Teknisi Senjata (© REUTERS/Hamid Khatib)
Issa begitu menikmati harinya, dari sang ayah ia mengetahui beragam ilmu tentang senjata yang mematikan.

Bocah Teknisi Senjata (© REUTERS/Hamid Khatib)
Issa paham bila senjata yang ia rakit bersama ayahnya digunakan untuk berperang, namun ia belum terlalu peduli bila sebenarnya apa yang ia buat adalah senjata yang mampu menghancurkan hak hidup seseorang.

Bocah Teknisi Senjata (© REUTERS/Hamid Khatib)
Ditangannya mortar dirangkai, tubuhnya yang mungil tenggelam dalam senjata yang mampu membunuh banyak jiwa.

Kisah Issa tentunya berbeda dengan hidup banyak anak didunia, bertahan dikancah perang bersama keluarga adalah pilihan sulit yang harus ia jalani sebagai seorang bocah.

Bocah Teknisi Senjata (© REUTERS/Hamid Khatib)
Konflik di Suriah hingga kini telah mengakibatkan aksi pengungsian besar yang didominasi oleh anak-anak. Namun masalah juga terjadi didalam negeri yang terkoyak itu, ratusan anak masih bertahan dalam kecamuk perang yang tak kunjung usai.

Bocah Teknisi Senjata (© REUTERS/Hamid Khatib)
Sehari-hari ia bergaul dengan senjata di bengkel yang dimiliki pasukan pemberontak di Suriah. Bersama ayahnya yang menjadi pendukung pasukan pemberontak, Issa bekerja rutin dari pagi hingga sore datang. Bila hari Jum'at ia memilih tinggal dirumah dan melangkahkan kakinya ke masjid untuk berdoa.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.atjehcyber.net/2013/09/issa-kisah-bocah-suriah-pembuat-senjata.html

Saturday, October 19, 2013

Asalasah ~ Perkembangan kehidupan remaja jaman sekarang benar-benar sangat cepat, padahal masih berumur 11 tahun, tapi sekarang gadis cantik ini sudah menjadi ibu termuda di Rusia! Teman lelaki pun juga masih muda, ia bernama Habib dari Tajikistan. Dia berkerja di bidang pembinaan. Walaupun mereka sudah punya anak, tetapi mereka belum berkahwin, kerana di Rusia tidak membenarkan perkahwinan di umur 11 tahun. Dan berikut beberapa gambar ibu termuda tersebut:
Habib sering melawat mereka, dan katanya mereka akan segera menikah jika usia mereka sudah memenuhi peraturan di Rusia. Lalu foto-foto ini diambil pada masa gadis tersebut sudah berusia 14 tahun, dan anaknya sudah berusia 3 tahun.


http://asalasah.blogspot.com/2013/10/ibu-muda-dan-cantik-dari-rusia-umurnya.html


Baca Juga:  

Tuesday, October 15, 2013

Mutah Beale Wassin Shabazz,
Asalasah ~ "Aku memiliki segalah hal, ketenaran, uang, wanita , rumah mewah dan semua yang diinginkan dalam hidup. Tapi aku masih saja tidak senang. Aku tak dapat menemukan kedamaian jiwa," ujar Mutah Beale Wassin Shabazz, seorang anggota grup hip-hop Outlaw binaan rapper ternama Amerika,Tupac Shakur.

Ketenaran dan kekayaan tak membuat rapper dengan nama panggung Naopleon itu bahagia. Islam lah yang kemudian menjadi kunci kebahagiannya.

Mutah sebenarnya lahir di tengah keluarga muslim. Sang ayah merupakan Amerika-Afrika Muslim bernama Salek Beale. Ibunya,  Aquilleh Beale, merupakan  muslimah asal Poerto Rico. Namun keduanya meninggal saat Mutah baru berusia tiga tahun. Nahas, Mutah dan seorang adiknya menyaksikan kematian orangtua mereka yang ditembak mati kelompok garis keras. Mutah pun seketika menjadi yatim piatu yang kemudian dibesarkan oleh sang nenek dalam lingkungan nasrani.

Bersama keluarga besar, Mutah hidup dalam kemiskinan. Tak adanya pendidikan yang memadai membuat Mutah menjadi pemuda liar. Ia bahkan pernah menghisap narkoba dan sepat ditangkap aparat. Hingga kemudian Mutah ingin merubah nasibnya karena merasa iba dengan sang nenek yang mengurus banyak cucu dengan membanting tulang.

Ia pun mengejar karirnya menjadi penyanyi rap. Bermula menjadi rapper jalanan selama bertahun-tahun, Mutah kemudian dipertemukan dengan Tupac Shakur. "Tupac mengajakku untuk bergabung dengan grup Outlawz dan dari grup itulah aku langsung menjadi seleb," ujarnya dikutip dari Majalah Weekend Trust.

Hidup glamor di dunia hiburan pun menjadi rutinitas Mutah. Inilah cita-cita Mutah sejak merintis karir dari jalanan. Ia pu tak lagi diliputi kemiskinan dan dapat memberikan hidup layak bai sang nenek. Namun apa yang terjadi, Mutah justru tak merasa bahagia. "Apakah ini adalah tujuan akhir hidupku," pertanyaan yang selalu menjadi beban benak pria kelahiran New Jersey tersebut.

Hingga suatu hari, sang nenek yang mengurusnya dari kecil meninggal dunia. Mutah diliputi kesedihan yang sangat. Tak lama kemudian, Tupac yang menaungi grup rapnya pun meninggal dunia dengan targis. Makin berlipat gandalah kesedihan Mutah. "Aku bertanya-tanya, mengapa segala sesuatu pergi satu per satu? Mengapa semua orang yang memberiku harapan pergi satu per satu. Aku bertanya pada diri sendiri, Apakah ini benar-benar kehidupan? Apakah semua kekerasan dan sakit yang kurasa selalu ada dalam hidup?" ujar Mutah mengenang masa lalunya saat dilanda kegalauan hidup yang sangat.

Setelah berbagai peristiwa pilu, hidup Mutah tak karuan. Ia pergi dari klub malam satu ke klub lain. Ia kehilangan semangat hidupnya. Hingga suatu hari ia pernah memukuli adiknya hingga nyaris tewas. Saat itu Mutah dalam kondisi mabuk berat. Saat itulah terdapat seorang muslim berada di lokasi. "Suatu hari aku terlibat perkelahian dengan adikku. Aku terus memukul kepalanya hingga darah tak berhenti mengucur. Lalu kami ditarik terpisah dan salah seorang bertanya, bagaimana jika saat aku sadar esok hari, aku mendapati adiikku terbunuh dengan tanganku sendiri. Sontak aku pun sadar dan sedih. Orang itu lah yang kemudian mengenalkan saya pada Islam," kisah Mutah.

Itulah awal Mutah mengenal Islam. Ia pun kemudian mempelajari Islam dengan rasa pensaran yang sangat. "Aku tak tahu apa-apa tentang agama. Tapi aku penasaran danmencari tahu tentang Islam. Menariknya, saat mempelajarinya, aku menyadari bahwa Islam adalah cara hidup yan saya inginkan selama ini," ujar Mutah menceritakan manisnya hidayah yang ia dapat.

Mutah pun kemudian bersyahadat. Tak tanggung-tanggung, ia ingin menjdi muslim sejati, seorang muslim yang kaffah. Tak hanya perkara wajib yang ia taati. Namun Sunnah Rasulullah pun ia jalani. Mutah begitu semangat berislam. Sejak mengenal Islam, ia mendapati ketenangan hidup yang selama ini ia inginkan.

Pensiun dan Menuntut Ilmu ke Haramain

Setelah berislam, Mutah meninggalkan profesinya sebagai rapper. Tentu pilihannya tersebut merupakan perkara yang berat. Namun dengan mengikhlaskan diri kepada Allah, Mutah pun meninggalkan dunia musik.

"Tantangan paling sulit yang harus aku hadapi adalah meninggalkan industri (musik). Bagiku, industri musik adalah way of life. Ini adalah cara hidup dan aku tahu ini adalah cara saya mendapatkan uang. Namun atas rahmat Allah , Dia membuatnya mudah bagi saya untuk pergi meninggalkan ini semua," ujarnya.

Kemudahan itu didapatkan Mutah saat ia menunaikan ibadah haji untuk kali pertaa. Saat itu ia merasa hidupnya hanya bersama Allah. Sepulang haji, Mutah pun amat kehilangan persaan dekat itu. Ia kemudian enggan kembali ke kehidupan lamanya. Ia ingin hidupnya dipenuhi kedamaian jiwa sebagaimana saat menunaikan ibadah haji. Itulah yang benar-benar ia inginkan.

Ia kemudian pindah ke Arab Saudi dan belajar Islam disana. Sejumlah ulama dan masyayikh Saudi menjadi gurunya. Mutah bahkan seringkali menjadi motivator untuk para mualaf. Kisahnya juga difilmkan dalam sebuah dokumenter bertajuk "The Life of an Outlaw". Saat ini Mutah sangat bahagia menjadi muslimin dan hidup di tanah kelahiran Islam. "Saudi merupakan rumah saya sekarang," pungkasnya.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/13/10/02/mu1byq-rapper-asal-amerika-ini-temukan-kedamaian-dalam-islam

Saturday, October 12, 2013

Militer Israel (Ilustrasi)
Asalasah ~ Pasukan Israel menembak dua orang Palestina ketika mereka berusaha menerobos pagar keamanan yang memisahkan Israel dari Jalur Gaza, Senin, kata seorang juru bicara militer Israel.

Belum jelas apakah orang-orang Palestina itu cedera atau tewas dalam penembakan tersebut, yang terjadi di dekat daerah Beit Hanun di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas, kata pejabat Israel itu.

Pasukan melepaskan tembakan ke arah orang-orang Palestina itu ketika mereka mendekati pagar dan peluru menghantam mereka ketika orang-orang itu mulai memotong rintangan besi. Sejumlah sumber keamanan Palestina mengatakan, ambulan dikerahkan ke daerah Beit Hanun di Jalur Gaza namun mereka tidak bisa memberikan penjelasan terinci lebih lanjut. Sumber-sumber itu menyatakan, pasukan Israel juga menembakkan bom ke daerah itu.

Israel melarang warga Gaza mendekati pagar perbatasan karena mereka khawatir gerilyawan akan menyerang pasukan patroli perbatasan atau menembak petani Israel yang bekerja di ladang-ladang di dekat perbatasan tersebut.

Pasukan Israel berulang kali menembak warga Gaza di dekat perbatasan sejak akhir ofensif delapan hari pada November 2012. Puluhan orang cedera akibat insiden-insiden itu, kata para pejabat Gaza. Israel dan kelompok pejuang Hamas yang menguasai Jalur Gaza terlibat dalam perang delapan hari pada November 2012 yang menewaskan 177 orang Palestina, termasuk lebih dari 100 warga sipil, serta enam orang Israel -- empat warga sipil dan dua prajurit.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/13/10/01/mtyl9s-bukti-kekejaman-tentara-israel

Friday, October 11, 2013

Gao Qinbao, 2, menjaga ibunya yang lumpuh di China
Asalasah ~ Seorang bocah yang baru berusia dua tahun di China telah menunjukkan baktinya yang luar biasa pada ibunya yang lumpuh. Bocah ini rela mengunyahkan makanan dan menyuapkan langsung dari mulutnya ke mulut ibunya yang tidak bisa bergerak.
Adalah Gao Qinbao, 2, dari kota Shuyang di provinsi Jangsu, China, yang sangat menyayangi ibunya, Zhang Rongxiang. Menurut harian Yangtze Evening Post yang dikutip Daily Mail awal pekan ini, Zhang lumpuh setelah mengalami koma saat mengandung Gao tiga tahun lalu.

Dokter memvonis Zhang tidak akan bangun lagi setelah mengalami kecelakaan mobil. Kandungannya bertahan selama lima bulan sebelum akhirnya dikeluarkan dengan operasi. Sejak itu, bayi Gao menghabiskan setiap harinya di samping ibunya yang terkapar.

Lalu mukjizat itu terjadi. Zhang sadarkan diri setelah mendengar suara kecil Gao pada Mei tahun ini. Dia selamat dari koma, namun tubuhnya lunglai, lumpuh tidak bisa bergerak.

Mulutnya tidak bisa mengunyah, namun tenggorokannya masih bisa menelan. Menghemat dengan tidak membeli bubur dari rumah sakit, Zhang diberikan makanan biasa. Caranya, makanan itu harus dilumat hingga halus.
Gao Qinbao, 2, menjaga ibunya yang lumpuh di China
Di luar dugaan, Gao rela melakukan ini untuk ibunya. Dia mengunyahkan makanan tersebut, lalu memberikannya langsung melalui mulutnya setiap hari. Dia juga pandai membuat ibunya tertawa dengan tingkah lakunya yang lucu.

Gambar yang diambil harian Yangtze berhasil memukau banyak orang di China. Sekarang, keluarga ini hidup bergantung pada bantuan pemerintah dan kerabat serta kawan.

Baca Juga:  
Sumber: http://dunia.news.viva.co.id/news/read/446452-mengharukan--balita-kunyahkan-makanan-untuk-ibu-yang-lumpuh
labu raksasa
Polly dan labu raksasanya I foto now.msn.com
Asalasah ~ Petani Jepang terkenal membuat buah pola unik, seperti berbentuk hati, kotak, dan lain-lain tanpa mengubah ukuran buah menjadi lebih besar, tapi sungguh unik bilamana buah labu dapat tumbuh lebih besar dari standar tanpa bantuan pupuk. 

Rahasianya hanya satu agar buah lambu tumbuh lebih besar, yaitu bernyanyi setiap hari disisi tanaman labu. Hal itu dilakukan seorang gadis kecil bernama Polly Hallewell, 10 tahun. Ia kini mendapat julukan “putri labu”.

http://asalasah.blogspot.com/2013/10/setiap-hari-dinyanyiin-lagu-labu-gadis-ini-berbuah-raksasa.html
Polly dan labu raksasanya I foto : now.msn.com
Dilansir dari metro.co.uk, "Aku memilih lagu Dwivedi Dwivedi Little Star karena sangat mudah diingat dari masa kecilku dan itu sederhana," jelas sang putri labu.

"Saya benar-benar terkejut melihat ukuran labu, aku tidak percaya bernyanyi mengubah buah labu menjadi besar. Aku benar-benar bangga pada diriku sendiri.

"Saya sangat menikmati bekerja di kebun. Saya memiliki banyak hobi tapi aku selalu langsung pergi ke kebun setelah sekolah."

Polly mengatakan orangtuanya memberinya tip setelah mendengar Pangeran Charles berbicara tentang hal itu pada tahun 1980.

Buah labu dipasaran paling beratnya cuma 5kilogram, tapi labu milik Polly beratnya mencapai 44 kilogram.

Mungkin bisa dicoba untuk buah mentimun kali ya…?

Baca Juga:  
United AirlinesAsalasah ~ BOISE, IDAHO. Seorang pilot United Airlines meninggal setelah menderita serangan jantung, pada saat terbang dari Houston ke Seattle, memaksa anggota kru untuk melakukan pendaratan darurat di Idaho sementara dua dokter di pesawat melakukan CPR di kabin kelas satu.
Pilot Henry Skillern, 63 tahun, dari Humble, Texas, masih hidup ketika petugas pemadam kebakaran dan paramedis berlari membantunya Kamis malam di Boise tarmack. Dia meninggal beberapa waktu kemudian saat mendapat perawatan di Saint Alphonsus Regional Medical Center, kata juru bicara united Jennifer Krajnik.
Henry Skillern telah menjadi pilot untuk United Airlines selama 26 tahun.

Juru bicara pesawat Patti Miller mengatakan itu tidak biasa bagi keadaan darurat medis untuk memaksa pesawat dialihkan ke bandara terdekat. Pewasat ini telah mengalami tiga pengalihan dalam dua hari terakhir, katanya.

Soerang penumpang pesawat Boeing 737-900 yang diterbangkan oleh Skillern mengambil alih pesawat dan melakukan pendaratan darurat dengan baik, kata Miller.

"Sepertinya mereka merasa bahwa segala sesuatu yang bisa dilakukan" katanya. "Para penumpang khawatirkan kondisi pilot, tapi semua orang sangat tenang."

Seorang penumpang bernama Bryant Magill menggambarkan adegan profesional di dalam pesawat.

"Aku benar-benar terkesan dengan semua pramugari," kata Magill Seattle kepada stasiun TV KOMO  "Mereka menjaga diri mereka tenang. Mereka melakukan penyelamatan profesional. Tidak ada kepanikan di dalam pesawat."

Duduk di posisi sempit untuk waktu yang lama dapat menyebabkan deep vein thrombosis, atau pembekuan jauh di dalam tubuh. Penumpang bisa bangun dari kursi mereka dan bergerak di sekitar untuk membantu mencegah DVT, tetapi pilot tidak mendapatkan kesempatan yang sama, kata Harmon.

Tekanan kabin juga memiliki sedikit efek pada kadar oksigen dalam darah.

Baca Juga:  

Sunday, October 6, 2013

Dua Kalimat Syahadat (ilustrasi).
Asalasah ~ "Selama bertahun-tahun, saya berusaha membujuk muslimin di negara saya untuk murtad. Namun saya justru mendapat mimpi yang membujuk saya untuk memeluk Islam,” ujar Musa Bangura, seorang misionaris asal Sierra Leone Afrika, mengawali kisahnya.

Bukan menjalankan tugas sebagai misionaris, Bangura justru tertarik dengan Islam. Bukan menyudutkan agama Islam agar muslimin tertarik untuk murtad, Bangura justru mendapati hatinya tertarik pada risalah Rasulullah.

Kisah Bangura bermula sekitar dua puluh tahun yang lalu saat mendapati mimpi yang mengajaknya pada Islam. Mimpi itu pun bukan sekali, melainan tiga kali di malam yang berurutan. Ia pun kemudian merasa terpanggil dengan mimpi "aneh" itu. Bangura mulai mempelajari Islam.

Sebagai misionaris, tentu Bangura tahu betul apa itu Islam dan siapa itu muslim. Namun pengetahuan yang ia tahu itu hanyalah dari sudut pandang agamanya. Dengan panggilan mimpi itu, ia pun kemudin mempelajari Islam dengan benar dan secara kaffah. Hasilnya, banyak pengetahuan dan logika baru yang ia peroleh.

Ketauhidan Allah menggerakkan hatinya. Ia kemudian bertanya-tanya akan paham anak tuhan yang selama ini ia yakini. Keyakinan pada agama sebelumnya pun mulai luntur. Ia kemudian mendatangi pendeta untuk berdiskusi. Pergulatan hati akan dua paham berbeda membuat benaknya dipenuhi pertanyaan.

"Saya mengungkapkan kontradiksi dalam agama saya kepada pendeta, dan kami pun berdiskusi," ujarnya kepada kantor berita Anadolu, dikutip onislam.

Kontradiksinya mulai terlihat terang. Bukan menemukan kembali keyakinan pada agamanya, namun menemukan agama baru seperti dalam mimpinya; Islam. Setelah banyak melakukan diskusi, ia pun kemudian mendapat keyakinan bahwa Islam lah agama yang haq. "Saya membuktikan (saat diskusi dengan pendeta) bahwa Islam adalah agama yang benar," tuturnya.

Bangura pun kemudian melantunkan syahadat, saat itu tahun 1993. Saat ini ia menjadi ulama yang melakukan safari dakwah di kawasan Afrika, terutama di negaranya, Sieraa Leone. Ia banyak menjadi perantara jalan hidayah masyarakat disana.

Begitu semangatnya Bangura dalam dakwah Islam, ia pun kemudian mendirikan sebuah organisasi bernama Why Islam In Action (WIIA) pada tahun 1995. Organisasi non-pemerintah ini sebetulnya bergerak di bidang kemanusiaan. Bangura mengajak para musimin untuk peduli pada kemiskinan di kampungnya, Sierra Leone. Namun Bangura yang telah menjadi da'i kemudian mendapat banyak apresiasi positif dari masyarakat setempat. WIA pun menjadi sumber informasi terpercaya mengenai Islam.

Organisasi besutan Bangura ini pun makin berkembang. Sebuah organisasi di Turki bersedia menjadi sponsor dan memberikan dana yang dibutuhkan WIA. Kesuksesan pun diraih WIA ketika membantu lebih dari 8 ribu masyarakat dalam memeluk agama Islam.

Saat ini Sierra Loenne pun dihuni mayoritas muslimin. Dari total 6 juta warga Sierra Lonne, 4 juta merupakan muslimin. "Saya menjadi seorang yang membantu mereka melihat kebenaran dan merasakan hidayah Islam," tuturnya.

Ditinggal Keluarga
Saat memeluk Islam, para mualaf selalu dihadapi rintangan dan tantangan sebagai ujian keimanan mereka. Bagi Bangura, di tinggal keluarga merupakan ujian yang sangat berat. Setelah bersyahadat, ia di tinggal seluruh anggota keluarga termasuk istrinya. Ia berhasil mendakwahkan banyak orang, namun tidak keluarganya. Ia bahkan berusaha mendakwahkan Islam pada teman-teman misionaris lain. Namun hidayah hanya Allah yang mampu memberi.

Tak berlarut dalam kesedihan, Bangura bangkit dan berusaha mengabdikan diri pada agama. Dari keterpurukan hati itulah Bangura membentuk WIA yang disana ia mendapat keluarga baru yang jumlahnya jauh lebih besar. Ia membantu dalam kemanusaiaan, sekaligus berdakwah, sekaligus membentuk keluarga besar yang baru.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/13/09/23/mtjzzm-awalnya-mengajak-muslim-untuk-murtad-misionaris-ini-justru-terpikat-islam
Remaja Nigeria nekat terbang dengan sembunyi di roda pesawat
Asalasah ~ Demi sampai ke tujuan apa pun ditempuh! Itu lah yang dilakukan remaja lelaki Nigeria yang bersembunyi di ruang roda pesawat dan selamat melewati penerbangan selama setengah jam ke pusat komersial Lagos.

Daniel Ihekina menghindari petugas keamanan bandar udara dan menyusup ke bagian roda pesawat tepat sebelum roda dinaikkan untuk lepas-landas pada Sabtu (24/8). Ia ikut terbang dari kota tempat tinggalnya, kata Juru Bicara Perusahaan Penerbangan Arik Air Ole Adebanji melalui telepon, Ahad (25/8).

Beberapa penumpang melihat dia keluar dari ruang roda pesawat di Benin dan memberitahu staf penerangan. "Bagaimana ia bisa melewati petugas keamanan adalah sesuatu yang harus diselidiki oleh pihak terkait," kata Adebanji.

"Ia beruntung bisa selamat. Tak banyak orang dapat melakukan itu dan selamat," Adebanji menambahkan.

Dikatakannya, pesawat tersebut hanya mengudara setinggi 21 ribu kaki sebab itu adalah penerbangan jarak dekat. Sehingga meningkatkan kemungkinan remaja lelaki tersebut selamat dari tipisnya oksigen, udara dingin pada tempat yang tinggi.
Adebanji mengatakan Ihekina masih ditanyai oleh polisi dan ia mengatakan keluarganya telah memperlakukan dia dengan kasar.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/senggang/unik/13/08/26/ms4i6m-remaja-nigeria-nekat-terbang-dengan-sembunyi-di-roda-pesawat

Friday, October 4, 2013

  Seorang pria mengajarkan anak menghafal Alquran di Tripoli, Libya, Senin (23/7).   (Ismail Zitouny/Reuters)
Asalasah ~ Al-quran akan memberikan syafaat bagi mereka yang dekat dengannya. Demikian sebut hadis Rasulullah SAW di sebuah riwayat. Maka, Alquran hakikatnya mudah dihafal oleh siapa pun tanpa melihat status sosial atau latar belakang kehidupannya.

Keyakinan itu dipegang teguh Yayasan Rumah Tahfiz. Yayasan yang berdiri sejak 2010 ini mendidik anak-anak jalanan untuk menghafalkan Alquran sebanyak 30 juz.

Puluhan anak jalanan dibina secara maksimal di lembaga ini untuk menghafal Alquran. Ini adalah kegiatan utama mereka sehari-hari.  Di samping itu, mereka juga harus tetap sekolah, mulai SD hingga SMP.

“Kami ingin anak-anak yang mengalami kekurangan ekonomi bisa menjadi penghafal Alquran,” jelas Pembina Yayasan Rumah Tahfiz Joko Krismiyanto kepada Republika, Senin (16/9).

Dia mengatakan, anak-anak yang mengalami keterbelakangan ekonomi kerap mengamen atau mencari uang. Padahal, semestinya aktivitas tersebut, menurut Joko, bukanlah pekerjaan mereka.

“Anak-anak itu belajar,” paparnya. Daripada mereka ke jalanan, lebih baik mereka menghafal Kitab Suci umat Islam tersebut.

Joko berkeyakinan, siapa pun berhak dan berpeluang menjadi penjaga Alquran. Allah SWT tidak pernah membatasi penjaga Alquran haruslah orang yang mampu secara ekonomi atau orang-orang tertentu saja.

Yakni, golongan yang berekonomi menengah ke atas bisa. Akan tetapi, anak jalanan, anak yatim, dan anak-anak yang mengalami keterbatasan ekonomi juga berhak untuk menjadi penjaga Alquran

Sejarah berdiri
Joko mengutarakan, pendirian Yayasan Rumah Tahfiz bermula dari umrah yang ia laksanakan pada 2010. Dia beribadah di Tanah Suci agar menjadi manusia yang bermanfaat.

Ketika itu, dia berharap agar segera diberikan keturunan dari pernikahannya. “Entah mengapa, saya tiba-tiba terinspirasi untuk memperhatikan anak-anak kaum dhuafa,” paparnya.

Inspirasi itu dituangkannya dengan membangun yayasan dan Rumah Tahfiz yang tersebar di empat lokasi. Pertama, di Bendungan Hilir (Benhil) Jakarta Pusat dengan nama Rumah Tahfiz Raudhotul Ulum.

Ada juga Rumah Tahfiz Nurul Badar di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Rumah Tahfiz Miftahul Jannah ada di Bogor. Di Pluit Jakarta Utara, dia mendirikan Rumah Tahfiz al-Izzah. “Semuanya khusus buat anak-anak dhuafa,” paparnya.

Para peserta tahfiz, menjalani pendidikan di rumah tahfiz selama sembilan tahun. Ada juga yang lebih singkat lagi, sesuai dengan tingkat pendidikannya.

Perekrutan peserta didik dilakukan dengan seleksi. Syarat utamanya adalah ketidakmampuan ekonomi dan keinginan untuk menghafal Alquran. “Kita tanya komitmen mereka menghafal Alquran,” imbuhnya.

Para santri yang tak lain ialah anak-anak dhuafa dan sebagian besarnya adalah anak jalanan itu berkewajiban menyetor hafalan Alquran. Proses penghafalan biasanya usai shalat Subuh dan bakda shalat Maghrib.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/13/09/22/mtim8j-anak-jalanan-pun-menghafal-alquran

Thursday, October 3, 2013

Asalasah ~ Ia ditemukan pada tahun 1999 dekat 6739 KTT meteran Llullaillaco itu. Sebuah ekspedisi Argentina-Peru menemukan tubuh sempurna diawetkan dan dia dijuluki "La Doncella" yang berarti "Si gadis". Menurut Inca dia memilih untuk pergi dan tinggal bersama para dewa. Namun dalam kenyataannya dia adalah pengorbanan kepada dewa Inca dan telah secara brutal membunuh atas nama agama.


http://asalasah.blogspot.com/2013/10/gadis-ini-telah-beku-selama-500-tahun.html

Para ilmuwan mengatakan bahwa organ tubuhnya masih utuh dan seolah-olah dia telah meninggal hanya beberapa minggu yang lalu. Dari pengujian sampel rambutnya mereka bisa menentukan jenis pengawetnya sebelum kematiannya. Ini mengarah pada penemuan bahwa anak anak Inka digemukkan terlebih dahulu sebelum membunuh mereka. berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun sebelum jadi pengorbanan anak-anak diberi makanan yang orang-orang elit, yang terdiri dari jagung dan protein hewani.


Jika Anda melihat lengan dan tangan dari gadis ini sulit untuk membayangkan bahwa dia sudah mati selama lebih dari 500 tahun. Bersama dengan 2 anak-anak lain, ini 15 tahun gadis berusia Inca dikorbankan karena mereka masih muda, suci dan Cantik dan mereka akan berada di tempat yang lebih baik dengan para Dewa. Di puncak gunung beku vulcano disebut Llullaillaco (Argentina) anak-anak yang ditemukan oleh para arkeolog yang pertama kali berpikir mereka meninggal sangat baru karena mereka terpelihara dengan baik. Setelah pemeriksaan mereka menemukan semua organ mereka utuh dan bahkan darah di hati, masih merah seperti orang yang hidup. The Ice Maiden, ditemukan dalam posisi duduk, mengenakan kain bagus dan rambutnya dikepang hati-hati tampak seperti dia hanya tertidur dan bisa bangun setiap saat.

Melihat dari kondisi tubuh, diyakini bahwa dia dibius dan dibiarkan mati di pegunungan. Ini tidak akan makan banyak waktu baginya untuk mati karena suhu tinggi. Para imam besar Inka mengambil korban dan membawa mereka ke puncak gunung tinggi untuk pengorbanan. Perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan, khususnya bagi para korban yang lebih muda, diberi makan daun koka kepada mereka untuk membantu mereka dalam pernanapasan mereka sehingga memungkinkan mereka untuk mencapai lokasi penguburan dalam keadaan hidup. Setelah mencapai situs pemakaman, anak-anak diberi minuman memabukkan untuk meminimalkan rasa sakit, takut, dan resistensi, kemudian membunuh mereka baik dengan pencekikan, pukulan di kepala atau dengan meninggalkan mereka untuk kehilangan kesadaran dalam dingin yang ekstrim dan mati paparan.

Banyak anak Inca yang ditawarkan sebagai korban jika ada peristiwa penting, seperti kematian Sapa Inca (Sang kaisar) atau selama kelaparan. Korban-korban ini dikenal sebagai capacocha.

 


Mengapa Hanya Anak-anak?

Anak-anak yang dipilih untuk pengorbanan karena mereka dianggap paling Suci daripada Orang dewasa. Mereka dipilih karena kecantikan mereka dan kebangbangsawannya. Menurut kepercayaan Inca anak-anak tersebut mewakili dari tiap-tiap desa mereka. dari ketinggian pegunungan bergabung dengan nenek moyang mereka dan dihormati dalam kematian. Anak-anak memakai sepatu atau sandal dan mengenakan pakaian berwarna-warni dihiasi dengan medali, tulang dan tali. Lebih dari 100 ornamen berharga ditemukan untuk dimakamkan dengan anak-anak di situs pemakaman. Mereka dibungkus selendang dan duduk bersila karena mereka akan tertidur setelah dibius.

Misionaris kolonial Spanyol menulis tentang praktek ini tetapi hanya baru-baru ini arkeolog Johan Reinhard seperti mulai menemukan mayat korban ini di Gunung Andea, mumi bisa awet karena suhu dingin dan udara pegunungan berangin kering.

Baca Juga:  

Tuesday, October 1, 2013

Asalasah ~ Seorang pria Inggris mengalami nasib tragis, tewas diinjak-injak seekor gajah di India.

Pria itu, Colin Manvell, meninggal dunia di Taman Nasional Masinagudi, negara bagian Tamil Nadu.

Petugas polisi setempat mengatakan, Manvell dan dua orang lainnya yaitu pemandu wisata dan seorang kenalannya, memasuki kawasan hutan untuk mengambil sejumlah foto. Saat itulah serangan gajah terjadi.

Sebenarnya sejauh ini belum terlalu jelas peristiwa serangan gajah yang menewaskan pria berusia 60-an tahun itu.

Sebuah laporan mengatakan, Manvell tidak mendengar pemandu wisata yang berteriak kepadanya saat melihat seekor gajah menghampirinya.

Laporan lain menyebut, Manvell begitu berkonsentrasi mengambil foto sehingga tidak mendengar dua ekor gajah menyerangnya dari belakang.

Seorang perwira polisi di Masinagudi mengatakan kepada The Times of India, petugas belum memeriksa lokasi tewasnya Manvell.

"Kami akan mengetahui apakah lokasi insiden berada di kawasan hutan lindung atau kawasan hutan sosial, setelah kami melakukan penyelidikan tragedi ini," kata perwira polisi itu.

Baca Juga:  
Sumber: http://internasional.kompas.com/read/2013/09/20/1729360/Pria.Inggris.Tewas.Diinjak-injak.Gajah.di.India

Sunday, September 29, 2013

http://images.detik.com/content/2013/09/18/654/original.jpg
Asalasah ~ Tidak cuma cerita minor yang mengiringi kehadiran GTA v. Game bergenre open world action adventure ini ternyata juga memiliki imbas positif, bahkan sampai menyelamatkan nyawa seseorang.

Kisah ini dialami oleh kedua remaja asal Toronto, Kanada. Mereka pasti tak pernah menyangka bakal menjadi pahlawan bagi seorang kakek berusia 70 tahun, setelah mengantre hingga larut malam untuk mendapatkan keping disk GTA V.

Sepulang membeli GTA V, kedua remaja berusia 16 dan 17 tahun tersebut menemukan sebuah rumah yang terbakar tanpa ada satupun orang sekitar yang mengetahuinya. Lebih buruknya lagi, ada seorang kakek yang terjebak di dalamnya yang tengah meminta tolong.

Seperti detikINET kutip dari Kotaku, Rabu (18/9/2013), untungnya tidak butuh lama bagi pemadam kebakaran untuk datang ke lokasi. Setelah sebelumnya kedua remaja tersebut menghubungi 911 sekaligus berusaha mendobrak pintu yang menjebak sang kakek.

GTA V sendiri merupakan game open world action adventure yang paling dinanti. Berbagai hal unik rela dilakukan penggemarnya untuk dapat memainkannya, mulai dari berpura-pura menjadi polisi agar tak perlu mengantre hingga menjadi korban perampokan selepas membeli game anyar Rockstar tersebut.

Baca Juga:  
Sumber: http://inet.detik.com/read/2013/09/18/141738/2362219/654/berkat-gta-v-remaja-selamatkan-korban-kebakaran?i991103105

Saturday, September 28, 2013

Kisah Nyata: Kekuatan Sedekah Ubah Jalan Hidup Perampok
Asalasah ~ Kisah ini terbilang sudah lama terjadi, namun kisah nyata ini bisa menjadi inspirasi bagi siapapun tentang kekuatan sedekah. Seorang perampok bersenjata pemukul baseball luluh setelah menerima sedekah dari calon korbannya.

Seperti dilansir CNN, kisah ini bermula pada suatu malam di pertengahan Mei 2009. Saat itu, Mohammad Sohail akan menutup toko kelontong “Shirley Express Convenience” miliknya. Tiba-tiba seseorang bertopeng menerobos masuk tokonya.

Bersenjatakan pemukul baseball, sang perampok meminta Sohail menyerahkan uang di laci kasir. Namun Sohail tidak gentar dan bereaksi cepat mengeluarkan senapan shootgun miliknya yang berada di bawah meja dan mengarahkan ke kepala pelaku.

Perampok itu kemudian bersujud memohon ampun kepada Sohail sambil menangis tersedu. “Maafkan saya. Saya tidak punya makanan, saya tidak punya uang. Keluarga saya kelaparan. Jangan panggil polisi. Jangan tembak aku,” pinta sang perampok menghiba sambil menangis ketakutan.

“Ketika saya melihatnya menangis, saya merasa sedih. Saya berkata dalam hati, ini situasi yang berbeda,” kata Sohail mengenang. Seluruh peristiwa itu sendiri tertangkap kamera yang terpasang di tokonya.

Berbeda dengan calon korban perampokan lain yang pasti akan segera menambak atau melaporkannya ke polisi, Sohail justru berbalik kasihan. Pria asal Pakistan itu meminta kepada sang perampok untuk berjanji tidak mengulangi perbuatannya jika tidak ingin dilaporkan ke polisi.

Perampok itu pun berjanji tidak akan merampok lagi. Selanjutnya Sohail yang iba memerintahkan perampok itu untuk mengambil beberapa roti yang terletak di rak samping dia berdiri. Tidak hanya itu, Sohail juga memberikan uang sebesar $40 sambil tetap siaga memegang senapannya.

Merasa kurang, Sohail meminta perampok itu untuk menunggu sebentar karena dirinya ingin mengambil beberapa kaleng susu dan makanan di gudang toko. Tapi setelah dia kembali dari gudang, sosok perampok itu telah menghilang.

Surat dari Pelaku
Enam bulan berlalu, Sohail telah melupakan peristiwa dramatis tersebut. Tapi kemudian dia dikejutkan dengan surat yang datang ke tokonya. Surat tanpa alamat pengirim yang tercatat dikirim tanggal 11 November itu diterimanya pada awal Desember 2009.

Amplop tersebut berisi uang $50 dan selembar kertas berisi catatan berjudul “Anda telah mengubah hidup saya”. Sang pengirim mengaku sebagai pelaku perampokan yang ingin mengucapkan terima kasih kepada kebaikan Sohail.

“Saat itu, saya tidak memiliki uang dan makanan untuk keluarga saya. Saya juga tidak memiliki pekerjaan. Saya tahu perbuatan saya salah, tapi saya tidak ada pilihan lain. Saya harus memberi makan keluarga saya,” isi surat itu.

“Ketika anda menodongkan senapan di kepala saya, saya yakin seratus persen akan mati. Anda telah memberikan uang kepada saya dan saya berterima kasih kepada anda karena telah mengubah hidup saya. Sekarang saya sudah dikarunia anak, pekerjaan bagus dan jauh dari masalah.”

Mendapat surat ini, Suhail hanya bersyukur sedikit kepeduliannya terhadap sesama bisa mengubah nasib seseorang. Bahkan dia sempat bercanda dengan mengatakan mantan perampok yang tidak diketahui identitasnya itu justru telah jadi keberuntungan buatnya.

“Ketika anda melakukan perbuatan baik, maka perbuatan baik itu akan kembali kepada anda. Saya memberikannya $40 dan dikembalikan $50. Saya pikir ini bisa menjadi investasi yang bagus,” katanya bercanda seperti dilansir Huffingtonpost.

Baca Juga:  
Sumber: http://neomisteri.com/2013/09/kisah-nyata-kekuatan-sedekah-ubah-jalan-hidup-perampok/

Thursday, September 26, 2013

Baru 13 Tahun, Gadis Ini Kejar Gelar Master
Sushma Verma yang berasal dari keluarga miskin India saat masih berumur 7 tahun dirinya sudah lulus SMA dan kini dirinya tengah mengejar gelar master. (AP Photo/Rajesh Kumar Singh)
Asalasah ~ Gadis berusia 13 tahun asal India, Sushma Verma, mengejutkan banyak orang di kontanya karena ia kini tengah mengejar gelar master di bidang mikrobiologi. Meski berasal dari keluarga miskin, anak jenius itu mendapat dukungan penuh dari orang tuanya yang banting tulang membiayai pendidikan Sushma.

Sushma sudah menyelesaikan sekolah menengah atasnya saat ia berusia tujuh tahun dan enam tahun kemudian meraih gelar sarjana. Sushma mengatakan orang tuanya yang tidak mengenyam pendidikan bekerja keras dan terus memberinya semangat untuk sekolah. "Mereka mengijinkanku melakukan apa pun yang kumau. Kuharap orang tua lain tak memaksakan keinginan mereka sendiri terhadap anak-anaknya," kata Sushma.

Sushma tinggal bersama orang tua dan tiga adiknya di sebuah apartemen satu kamar di Lucknow, ibukota negara bagian Uttar Pradesh yang terletak di bagian utara India. Sumber penghasilan keluarga itu hanya berasal dari sang ayah yang bekerja sebagai kuli bangunan dengan bayaran kurang dari 3,5 dolar per hari.

Orang tua Sushma bahkan sampai menjual tanah mereka seluas 930 meter persegi seharga 400 dolar Amerika Serikat untuk membayar sebagian biaya pendidikannya di B.R. Ambedkar Central University yang akan dimulai pekan depan. "Saudara dan kawan-kawanku menentangnya, tapi aku tak punya pilihan," kata Tej Bahadur Verma, ayah Sushma. Ia pula yang setia mengantar Sushma setiap hari ke kampus dengan sepeda.

Harta berharga mereka hanya berupa meja belajar dan seperangkat komputer bekas. Tak punya televisi justru memberi keuntungan bagi Sushma. "Tak ada yang bisa dilakukan selain belajar," kata gadis berperawakan kurus itu. Kakak laki-laki tertua Sushma juga seorang jenius. Ia lulus SMA pada usia tujuh tahun dan menjadi satu dari lulusan termuda di India saat ia meraih gelar sarjana bidang komputer.

Sushma sebenarnya ingin menjadi dokter namun ia tak bisa ikut tes di sekolah kedokteran hingga usianya 18 tahun. "Jadi aku memilih mengejar gelar master dan selanjutnya menyelesaikan program doktor," kata Sushma.

Sushma pun mendapat bantuan dari banyak orang termasuk dana dari kegiatan amal sebesar US$ 12.600 untuk menyelesaikan pendidikannya.

Baca Juga:  

Tuesday, September 24, 2013

Peretas 19 Tahun Keruk Rp 570 Juta per Bulan
Asalasah ~ Polisi Argentina mengatakan mereka telah menangkap seorang hacker berusia 19 tahun yang diduga memimpin jaringan khusus dalam penipuan dan transaksi. Pemuda yang identitasnya belum terungkap itu adalah anak seorang insinyur sistem informasi. Dia dijuluki super-hacker, mengalihkan sekitar US$ 50 ribu per bulan atau setara Rp 570 ribu ke rekening bank-nya. E buset.. lumayan juga ya. Asik juga kalo gak ketahuan. XD tapi uangnya haram loo

Polisi yang tergabung dalam "Operation Zombie" menyerbu rumahnya di Buenos Aires dan menyita komputer canggih dan peralatan teknologi lainnya. Pejabat mengidentifikasi, bersama enam orang lainnya, ia ikut terlibat dalam jaringan kriminal.

Operation Zombie dimulai tahun 2012. Ia terendus ketika seorang pengusaha, yang menawarkan layanan hosting untuk halaman web pribadi di server-nya, mengatakan peretas telah memasuki server-nya untuk mencegat lalu lintas uang.

Mantan pengacara kriminal Graciela Gils Carbo, yang kini menjadi Jaksa Agung Argentina, memerintahkan polisi federal untuk memulai investigasi. Mereka menemukan bahwa orang yang sama mencuri dari pengiriman uang dan situs game online.

Ia menggangsir dana dengan cara mengingatkan korban seolah-olah transfernya ditolak. Kemudian, dia mengoperasikan ribuan komputer "zombie" sehingga pengguna tidak bisa mengakses rekening mereka pada waktu serangan.

Baca Juga:  

  • Disney Kembangkan Teknologi Untuk Merasakan Hembusan
  • Serangan Cyber Makin Bahaya, Korban Phishing Meningkat
  • Kisah Pertempuran 2 Sniper Basmi 1 Kompi

  • Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/09/14/072513214/Peretas-19-Tahun-Keruk-Rp-570-Juta-per-Bulan

    Friday, September 20, 2013

    Dua Kalimat Syahadat (ilustrasi).
    Asalasah ~ FREETOWN -- Masa lalunya, Musa Bangura adalah seorang misionaris. Ternyata, Tuhan punya cerita lain. Kini, ia seorang ulama yang disegani. Tercatat, ratusan warga Sierra Leon ia bimbing memeluk Islam.

    "Untuk beberapa tahun belakangan, saya ajak Muslim di negara saya untuk berpindah agama lain, lalu saya bermimpin diajak memeluk Islam," kenang dia seperti dilansir, Anadolu Agency, Senin (9/9).

    Mimpi itu membuat Musa penasaran. Tentu yang ia pahami ada maksud dari mimpi ini. Tuhan pun memberikan jawaban atas pencariannya itu. Alhamdulillah, Musa kembali pada Islam.

    Tak perlu waktu lama bagi Musa untuk berdakwah. Ia sambangi seluruh masyarakat Afrika dengan menyampaikan pesan Islam Rahmatan lil Alamin. "Langkah awal yang aku lakukan saat itu berdakwah kepada para misionaris dan pendeta. Aku coba buktikan kepada mereka bahwa Islam adalah agama yang sesungguhnya," ujar dia.

    Banyak inovasi yang dilakukannya selama berdakwah. Laman "Why Islam" merupakan salah satunya. Melalui laman ini, Musa membimbing ribuan warga Sierra Leon memeluk Islam.

    Tak hanya berdakwah, Musa juga bergiat mendorong Muslim Sierra Leon untuk maju. Ia satukan umat Islam dengan harapan persatuan itu mempermudah pencapaian kualitas hidup yang lebih baik.

    Baca Juga:  

  • Ilmuwan Menemukan Ngarai Terbesar di Greenland


  • Jepang Luncurkan Satelit Buat Amati Tiga Planet
  • 'Rokok Popeye' Mengajari Anak Indonesia Merokok Beneran


  • Sumber: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/13/09/10/mswjup-misionaris-ini-kini-jadi-ulama-yang-disegani

    Thursday, September 19, 2013

    http://asalasah.blogspot.com/2013/09/empat-orang-yang-diundang-ikut-misi.html
    Asalasah ~ Puluhan ribu orang telah siap meninggalkan keluarga, pekerjaan, dan kehidupan di Bumi, demi mengikuti perjalanan sekali jalan alias misi berani mati ke Planet Mars.

    Proyek misi berani mati ke Planet Merah itu digagas oleh perusahaan antariksa swasta asal Belanda, Mars One. Misi ini bertujuan untuk mendaratkan manusia pertama ke Mars pada tahun 2023 nanti.

    Sebagaimana dilansir Space, 5 Agustus 2013, Mars One mempersilahkan siapa saja untuk melamar mengikuti misi ini, asalkan minimal umurnya 18 tahun. Sampai saat ini sudah lebih dari 165.000 pelamar yang masuk ke Mars One.

    Agustus kemarin, Mars One menggelar sebuah acara bertajuk "Million Martian Meeting." Ini merupakan acara diskusi yang menampilkan empat orang pelamar misi berani mati Mars One untuk mengungkapkan alasannya mengikuti misi itu kepada orang banyak.

    Empat orang yang diundang itu memiliki latar belakang dan pengalaman yang berbeda, namun mereka sama-sama memiliki tujuan mengeksplorasi planet Mars walau harus meregang nyawa.

    Mereka adalah Aarom Hamm (29 tahun) manajer hotel, Leila Zucker (45 tahun) dokter, Austin Bradley (32 tahun) mahasiswa jurusan fisika, dan Josep Sweeney (24 tahun) mahasiswa pascasarjana di intelejen.

    "Pergi ke Planet Mars adalah cita-cita saya sejak kecil. Pertemuan ini akan saya manfaatkan sebaik-baiknya agar bisa terpilih menjadi orang yang merantau ke Mars," kata Hamm.

    Siap Mati
    Meskipun misi Mars One jelas bersiko tinggi, termasuk kematian, namun empat pelamar itu tetap tak peduli. Mereka siap menerima resiko apapun, termasuk kematian itu.

    "Tak satu di antara kami yang berencana untuk mati. Meskipun peluang kami kecil sampai ke Mars, mengingat perjalanannya juga mengandung risiko kematian. Tapi, jika sampai di Mars, saya yakin akan bisa bertahan hidup selama 20 tahun," kata Zucker, salah satu pelamar.

    Sementara pelamar lainnya, Sweeney, optimis akan bisa sampai ke Mars walau kemungkinan tewas 99 persen. "Masih ada kesempatan hidup 1 persen, kemungkinan sekecil apapun harus diperjuangkan. Saya mengambil risiko itu," tegasnya.

    Jadi sejarah
    Misi ini mirip dengan lompatan besar Neil Armstrong di Bulan yang menjadi sejarah bagi manusia. Di misi Mars One ini juga berpontensi membuat sejarah orang yang pertama kali menginjakkan kakinya di planet Mars.

    Empat orang pelamar juga diberi kesempatan untuk mengucapkan kalimat pertama ketika pertama kali menginjakkan kaki di planet Mars.

    Meniru kutipan di kisah science fiction Robert Zubrin, salah satu pelamar Sweeney, mengatakan saya mengambil langkah besar untuk umat manusia, sehingga kita bisa berjalan di antara bintang-bintang.

    Baca Juga:  

  • Benarkah Kehidupan di Bumi Berasal dari Mars?
  • Pesatnya Permintaan Tablet/Smartphone, Pasar PC Menurun
  • Rekayasa Genetika Agar Hidup Lebih Lama

  • Sumber: http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/441926-empat-orang-yang-ikut-misi-berani-mati-ke-planet-mars

    Monday, September 16, 2013

    Asalasah ~ Pada bulan Mei silam, Raul Fernando Gomez Circunegui (58 tahun) asal Uruguay berencana pergi Ke Argentina dari Cile naik motor. Guna menyingkat perjalanan ia melintasi pegunungan Andes.

    Tiba-tiba motornya rusak, Raul pun nekad meneruskan dengan jalan kaki. Apa daya badai salju menghadang perjalanannya. Ia pun menghilang…
    andes1 4 Bulan Bertahan di Pegunungan Andes Memakan Tikus
    Pihak keluarga kebingungan. Polisi pun mengerahkan tim SAR mencari keberadaan Raul, namun akhirnya menyerah karena kondisi medan yang berat. 
     Di bulan September, sebuah tim peneliti sedang mencatat ketinggian salju di pegunungan Andes. Mereka membuat shelter di ketinggian 9318 dpl.
    article 0 1BB3A592000005DC 288 634x532 4 Bulan Bertahan di Pegunungan Andes Memakan Tikus
     
    Suatu hari, tim peneliti terkejut ketika seorang lelaki tua yang lusuh dan sangat kurus membuka pintu tenda mereka. Dialah Raul, yang telah menghilang selama 4 bulan. Ia segera dibawa ke rumah sakit karena kondisinya sangat payah.
     Walau didiagnosa kekurangan gizi dan berat badan turun 22 kg, dokter menyatakan Raul akan kembali pulih.

    Bagaimana pria malang ini bisa selamat? Raul berburu tikus selama menghilang.
    Peristiwa ini mengingatkan pada kejadian di tahun 1972 saat pesawat yang mengangkut tim rugby jatuh di pegunungan Andes. 29 tewas dan 16 lainnya selamat. Mereka bertahan hidup dengan menjadi kanibal, memakan rekan-rekannya yang tewas.

    Baca Juga: