Untuk memantau perubahan iklim akhir-akhir ini memang dibutuhkan sebuah satelit metrologi. Sayangnya, hingga saat ini Indonesia belum memiliki satupun satelit tersebut.
Menurut rencana, Indonesia akan membuat satelit yang lebih besar dengan kapasitas 1 Ton dan memakan anggaran hingga Rp 2 triliun. Saat ini indonesia masih tengah mencari Industri yang akan membuat satelit tersebut.
''Satelit ini, dibuat untuk penginderaan jarak jauh berbagai misi. Bisa untuk ketahanan pangan, pemantauan panen, hutan, memantau daerah aliran sungai dan lain-lain,'' kata Bambang di acara Konferensi Internasional tentang Aplikasi Teknologi Antariksa untuk Perubahan Iklim.
Kepala Lapan, Bambang tejasukmana di acara Konferensi Internasional tentang Aplikasi Teknologi Antariksa untuk Perubahan Iklim, Senin (2/9) mengatakan, ''Satelit ini, dibuat untuk penginderaan jarak jauh berbagai misi. Bisa untuk ketahanan pangan, pemantauan panen, hutan, memantau daerah aliran sungai dan lain-lain,
Ia pun mengungkapkan bahwa saat ini Lapan sendiri telan ditunjuk sebagai lembaga teknis untuk pembuatan satelit tersebut. Tapi, ini adalah proyek nasional dan pemerintah saat ini masih tengah mencari industri yang akan membuatnya.
Satelit ini ditargetkan akan mulai dibuat tahun 2019. Saat ini satelit tersebut masih dalam tahap pengembangan.
Dikarenakan kapasitasnya yang besar mencapai 1 Ton maka diperlukan invertasi yang besar. Selama ini lapan hanya membuat satelit dengan kapasitas kecil dengan biaya anggaran sebesar 50miliar.
''Industri nasional yang punya potensi menggarap ini, PT Len dan PT DI. Itu potensi, nanti kita pilih siapa yang akan buat satelitnya,'' ujar Bambang.
Indonesia saat ini belum memiliki satelit metrologi. Oleh sebab itu, satelit tersebut harus dikembangkan. Lapn sendiri telah membuat beberapa satelit diantaranya adalah satelit tubsad dengan kapasitas 57 kg. Saat ini Lapan tengah membuat satu satelit lagi di bogor. Rencananya satelit tersebut akan diberi nama satelit A2 dan akan diluncurkan dengan menggunakan satelit India tahun depan. Satelit ini akan dilengkapi dengan sensor untuk memantau pergerakan kapal dilaut yang dikenal dengan automatic indentification sistem (AIS).
Sumber : Republika.co.id
RSS Feed
Twitter
11:24 PM
putra

Posted in
0 comments:
Post a Comment