Monday, September 23, 2013

agama-agama yang telah punah

Modernisasi telah mengubah keberadaan agama di seluruh dunia. Sejak zaman dahulu, era baru telah mengganti era sebelumnya, baik itu dalam segi tradisi, adat istiadat, maupun kepercayaan. Seiring perjalanan waktu, banyak agama yang telah punah di dunia ini.

Seiring dengan kepunahan ini, banyak tradisi dan adat istiadat juga ikut menghilang. Alasan kenapa agama ikut punah, bisa banyak sekali. Seperti bencana alam, invasi, perang, migrasi manusia atau penggabungan sebuah ordo.

Beberapa agama juga berimprovisasi dengan perubahan zaman, sehingga masih mampu bertahan hingga sekarang. Sementara beberapa agama lainnya benar-benar punah. Dikutip dari boldsky, ada beberapa fakta dari heiroglif yang memperlihatkan kepunahan beberapa agama di dunia, seperti di Sumeria dan Mesir.

Berikut beberapa agama yang telah punah yang ada di dunia:

Sumeria

Sumeria adalah sebuah peradaban umat Manusia tertua di Dunia yang terletak di wilayah Timur Tengah tercatat dalam sejarah (sekitar 3.500 - 2.300 tahun SM) bangsa Sumeria berada di wilayah kota negara Mesopotamia kuno (Irak Tenggara) dari catatan terawal abad ke-4 SM sampai munculnya Babilonia pada abad ke-3 SM. Mereka telah mengenal bercocok tanam dan sudah memiliki sistem pengairan. Bangunan-bangunan mereka dibuat dari lumpur. Mereka juga menganut agama Politheisme (lebih dari satu tuhan/dewa).

Yunani
Dominasi orang-orang Yunani di dunia sangat terkenal. Demikian juga agama yang mereka gunakan, yaitu melakukan penyembahan dan praktik pemujaan. Agama Yunani hancur tahun 475 Sebelum Masehi, seiring dengan hancurnya penguasa Bizantium yang dipimpin oleh Zeus.

Rumva
Ini adalah agama pagan terakhir di Eropa. Agama ini berasal dari Lithuania, dan dihancurkan oleh Teutonic dalam perang salib Livonian tahun 1387.

Mithraisme
Mithras adalah sebuah kepercayaan yang memuja Dewa Mitras. Kepercayaan ini berkembang di Persia. Dewa Mithras ini juga dikenal sebagai Dewa Matahari.

Kepercayaan ini sudah ditetapkan di Roma sekitar zaman Perjanjian Baru. Ada beberapa kepercayaan dan upacaya keagamaan Mithras yang memiliki kemiripan dan kesamaan dengan agama Kristen. Mitrhas yang dijadikan sebagai dewa dianggap memiliki persamaan dengan Yesus Kristus yang telah mengalahkan maut. Setelah menang atas maut, Yesus naik ke surga. Demikian juga setelah Mithras mengalahkan lembu jantan dan mengorbankannya, ia pun naik ke surga. Roti, air, dan anggur digunakan para calon anggotanya dalam upacara dan ada pelayanan para imam. Sejumlah ahli Jerman pada dekade-dekade awal abad ke dua puluh mengajukan pendapat mereka bahwa ada pengaruh agama Mithras atas perkembangan sakramen kekristenan. Hal ini dapat terlihat dari contoh di atas. Selain itu, ada juga perayaan Natalis Solis Invicti dari Mithras, pada tanggal 25 Desember. Perayaan ini yang diasumsikan diambil ahli oleh gereja menjadi perayaan Natal Kristen pada abad ke-4 Masehi.

Manicaeisme
Nabi "Palsu" Mani dari abad ke-3 M adalah pendiri Manichaeisme(al-Maniwiyah), semacam "agama" yang kendati sudah melenyap kini, pada jamannya punya banyak sekali pengikut. Berasal dari Timur Tengah, Manichaeisme menyebar luas. Ke barat sampai menyentuh pantai Samudera Atlantik, ke timur hingga menyentuh pantai Samudera Pasifik. Agama itu dapat bertahan hingga ribuan tahun.

Agama yang didirikan Mani merupakan campuran menarik dari berbagai macam agama yang sudah ada sebelumnya. Mani mengakui Zoroaster, Buddha, dan Isa selaku nabi sejati. Tapi, dia mengaku dapat "wahyu" yang lebih belakangan dan lebih komplit dari semua mereka yang disebut duluan.

Kendati unsur Buddha dan Kristen ada terasa dalam agama Mani, doktrin yang paling mengesankan (paling sedikit buat orang Barat) berasal dari Zoroaster yang dualistis. Mani mengajarkan bahwa dunia tidaklah diperintah zat kekuasaan tunggal, melainkan bagian dari pertarungan terus-menerus antara dua kekuatan. Salah satu daripadanya adalah pokokpokok kejahatan yang oleh Mani diidentifisir dengan kegelapan dan benda; satunya lagi adalah pokok-pokok kebaikan yang diidentifisir dengan sinar terang dan jiwa. Secara dangkal kedengarannya seperti pendapat Kristen tentang Tuhan dan Iblis; tapi, dalam faham Manichaeisme kejahatan dan kebaikan dianggap pada dasarnya punya kekuatan berimbang. Konsekuensi kepercayaan ini adalah adanya paradoks filosofis terhadap eksistensi kejahatan, yang membikin bingung filosof Kristen dan Yahudi, tapi tak ada masalah sama sekali dalam ajaran filosofi Manichaeisme.

Mesoamerika

Suku Aztec, Maya dan agama di sekitar sungan Mississipi sangat populer dengan agama Mesoamerika, yang telah punah beberapa waktu lalu. Semua itu hancur oleh bencana alam.

Din E Ilahi
Agama ini dimulai di India oleh kaisar Mughal Akbar pada tahun 1582 Masehi. Agama ini menggabungkan semua elemen kebaikan dari beberapa agama. Seiring kematian kaisarnya, agama ini juga menghilang ditelan masa.

0 comments:

Post a Comment