Wednesday, September 18, 2013

sapi

Sebuah peternakan sapi di Essex, Inggris, telah menghubungkan ternak sapinya ke internet. hal tersebut dimaksudkan untuk memantau setiap perubahan perilaku, yang dapat menjadi indikasi sebuah penyakit.

Tim di belakang proyek "Pelacakan Sapi" ini, menanamkan perangkat GPS kepada setiap sapi. Dan menempatkan sensor di sekitar gudang tempat mereka beraktivitas dan tidur. Informasi tersebut dikirim ke peternak, melalui perangkat komputer.

Gangguan dalam pola kebiasaan sapi, seperti tidur lebih banyak atau makan lebih sedikit, bisa menandakan sapi sedang terserang penyakit. Sehingga perubahan ini dapat diketahui dengan cepat oleh pemilik sapi, dan menginvestigasi lebih jauh keadaan sapi.

Kelebihan dari sistem ini, untuk memberikan penghematan kepada sapi, dari pemberian antibiotik setelah infeksi terjadi.

"Setiap kasus dalam penanganan sapi bisa menghabiskan uang sekitar 300 pound," ucap John Torrance, peternak asal Essex kepada BBC, seperti dikutip Mashable. "Setiap penemuan kasus sapi bermasalah dengan kesehatan, tentu akan mengurangi biaya," tambahnya.

Setiap sapi ditanamkan GPS dan dapat tersambung ke komputer yang terkoneksi dengan internet. Dari GPS tersebut peternak bisa memonitor keadaan sapi dengan melihat perilaku hidup setiap harinya. Dari data yang didapat dari hasil monitor keadaan sapi, peternak bisa mendeteksi lebih awal gejala-gejala penyakit yang dialami oleh ternaknya.

Dengan adanya teknologi ini, para peternak bisa mengirit biaya banyak seperti gaji pekerja yang mengawasi ternak dan antibiotik untuk mencegah penyakit. "Kami memperhitungkan biaya yang dapat dihemat mencapai 300 pounds (sekira Rp5,4 juta) dan bisa lebih banyak lagi," kata John Torrance, peternak sapi di essex seperti dikutip Mashable, Rabu (18/9/2013).

Cow Tracking Project juga bisa mengirimkan informasi ketika peternak tidak sedang berada di depan komputer untuk memonitor. Data tentang ternak dapat dikirimkan melalui pesan SMS dan email. Saat ini para sapi tersebut dapat pengawasan khusus selama 24 jam sehari.


Sumber: http://mashable.com

0 comments:

Post a Comment