Friday, September 6, 2013

Selingkuh

Apa yang membuat pria berselingkuh? Sebuah fakta mengejutkan dari hasil survey M. Gary Neuman, konselor pernikahan, terhadap 200 suami-suami yang pernah berselingkuh dan belum pernah berselingkuh.  Hasil survey ini kemudian dituangkan dalam buku terbarunya The Truth About Cheating. Berikut beberapa alasan sebenarnya dibalik perselingkuhan pria yang disarikan dari buku Neuman.

48 Persen  Pria Berselingkuh karena Ketidakpuasan Emosional
Begitu banyak mitos yang mengatakan  pria berselingkuh hanya karena seks. Faktanya, hanya sekitar  8 persen pria yang berselingkuh karena ketidakpuasan seksual. "Budaya kita mengatakan, semua orang perlu seks untuk bahagia. Namun faktanya, pria adalah makhluk yang terdorong secara emosional juga. Mereka ingin, istrinya menghargai suami. Dan mereka ingin para perempuan mengerti jika dirinya telah berupaya keras atau bersungguh-sungguh meraih sesuatu,”  ujar Neuman.
Masalahnya,  pria (mungkin) kurang pintar mengekspresikan perasaan layaknya perempuan. Ini yang menyebabkan  perempuan kerap tidak  tahu kapan pasangannya membutuhkan sedikit penegasan. "Kebanyakan pria menganggap ‘kurang jantan’ jika dirinya harus meminta dipuji, itulah sebabnya kebutuhan emosional pria kerap terabaikan. Tapi Anda dapat menciptakan budaya perkawinan yang saling menghargai dan memperhatikan. Dan,  setelah Anda dapat mengatur nada, si Dia cenderung akan mencocokkan diri dengan Anda sehingga perselingkuhan tidak perlu terjadi," tandas  Neuman.

66 Persen Pria Berselingkuh Merasa Bersalah Selama Perselingkuhan Terjadi
Sebuah fakta  sedikit menakutkan: Bukan hanya pria hidung belang yang kerap berselingkuh. Faktanya, 68 persen  pria berselingkuh tak pernah terbayang jika dirinya adalah orang yang  tidak setia.  “Bahkan, hampir semua pria berselingkuh berharap  mereka tidak pernah berselingkuh,” ungkap Neuman. Jelas sudah di sini, rasa bersalah bukanlah alasan yang cukup untuk menghentikan seorang pria dari perselingkuhan. "Pria memang pintar menggolongkan perasaan. Mereka bisa menahan perasaan dan menggubrisnya di lain kesempatan," jelas Neuman
Jadi,  jika suami bersumpah ia tidak akan pernah berselingkuh, jangan anggap hal itu tidak bisa terjadi. Sangat penting bagi Anda berdua  mengambil langkah-langkah  menciptakan pernikahan yang  diinginkan bersama.

77 Persen Pria Berselingkuh Memiliki Teman Baik yang Berselingkuh
Berkumpul bersama teman-teman yang sedikit nakal, membuat perselingkuhan nampak sebagai hal yang wajar dan sah-sah saja. Pesan sadar dirinya mengatakan: "Temanku adalah orang baik yang kebetulan berselingkuh. Menurutku, orang baik pun bisa saja melakukannya".
Memang, Anda tak dapat secara tiba-tiba melarang suami anda bergaul dengan "Tuan Mata Keranjang". Menurut Neuman, akan lebih baik jika para istri meminta suaminya lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman-teman  di suatu tempat yang tidak menawarkan godaan. Misalnya, di acara olah raga, makan siang di restoran dan sejenisnya. Ini akan lebih baik ketimbang suami nongkrong bersama teman-temannya di bar atau klub. “Strategi lain, ialah dengan membangun lingkaran sosial di sekitar pasangan lain yang berbahagia sehingga mereka dapat menciprati Anda dan pasangan dengan nilai-nilai yang baik. Ini akan menciptakan lingkungan yang mendukung pernikahan Anda,”

40 Persen Pria Berselingkuh Bertemu Wanita Impian Lain di Tempat Kerja
"Seringkali Wanita Impian Lain adalah seseorang yang sering ditemui suami di kantor," ungkap Neuman. Masih menurut Neuman, alasan wanita lain ini menggoda dirinya karena kerap  memujanya, menghormatinya dan memuji usahanya. Inilah alasan penting  pria perlu  merasa dihargai di rumah. 
Jika Anda khawatir pasangan sedang melirik WIL di kantor, ada beberapa ciri yang dapat dikenali dari pria berselingkuh. Pria yang berselingkuh akan menyebutkan nama rekan perempuan lebih banyak ketimbang rekan laki-laki di kantornya. Terkadang, pria Anda juga memuji rekan perempuan kendati hal tersebut di luar kebiasaan.
Menyadari bahaya mengintai, Anda perlu meletakkan batas-batas atau aturan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di tempat kerja. Misalnya, batasi kerja lembur di mana posisi suami hanya berdua dengan perempuan yang itu-itu saja. Atau, batasi perjalanan ke luar kota hanya berdua dengan rekan kerja perempuan. Juga, hindari makan malam hanya berdua kendati sedang mendiskusikan sebuah pekerjaan. Lalu, tanyakan perasaannya jika Anda berada di posisi yang sama dengan apa yang akan dilakukannya.

Hanya 12 Persen Pria Berselingkuh Mengatakan Jika Wanita Simpanannya Memiliki  fFsik yang Lebih Menarik Dibanding Istri 
Dengan kata lain, seorang pria tidak akan berbuat  ‘nakal’  hanya karena berpikir  akan mendapatkan seks yang lebih baik dari tubuh yang lebih seksi. "Dalam banyak kasus, pria berselingkuh untuk mengisi kekosongan emosional. Dia merasa terkoneksi dengan wanita lain, dan seks datang sebagai konsekuensinya," ungkap Neuman. Jika Anda khawatir tentang perselingkuhan, cobalah fokus membuat hubungan lebih romantis dan terkoneksi. Bukan dengan mendapatkan tubuh yang seksi atau menguasai posisi seks tertentu. Kendati memahami  jika seks juga penting,  seks adalah salah satu cara  pria mengekspresikan cinta dan merasa dekat dengan Anda.

Hanya 6 Persen Pria Berselingkuh Berhubungan Seks dengan  Wanita Setelah Bertemu Satu Hari
Sebenarnya, 73 persen laki-laki merasa perlu mengenal wanita lain kurang lebih  sebulan, sebelum mereka berselingkuh dan berhubungan seks. Ini berarti, Anda masih memiliki waktu untuk melihat tanda-tanda peringatan sebelum perselingkuhan benar-benar terjadi.
Cobalah mengawasi  sinyal-sinyal  umum perselingkuhan, misalnya, si  Dia menghabiskan lebih banyak waktu jauh dari rumah, berhenti meminta berhubungan seks, lebih sering mengajak berantem, atau menghindari panggilan telepon Anda. Reaksi naluriah Anda mungkin ingin berkonfrontasi dengannya, namun kebanyakan pria akan menampik tuduhan perselingkuhan. Khususnya jika  belum terjadi kontak fisik.
“Sebaiknya Anda dapat mengontrol  perilaku dan mengarahkan  pernikahan  menjadi lebih baik. Jangan ragu untuk menunjukkan penghormatan Anda untuknya. Lebih prioritaskan waktu bersama, dan lebih berinisiatif soal seks,” saran Neuman. Ini akan memberi si Dia alasan menjadikan Anda berada dalam prioritasnya.
Selain itu, cobalah lebih terbuka tentang perasaan Anda dan apa yang terjadi di antara Anda berdua (tanpa menyebutkan pihak ketiga).  Sementara itu, tetap berkomitmen untuk menjaga  hubungan  dan melakukan apa yang diperlukan untuk menjaga pernikahan tetap utuh.

Sumber : (berbagai sumber)

0 comments:

Post a Comment