Asalasah ~ Saat sistem apartheid masih mencengkram Afrika Selatan kemiskinan lebih banyak menggelayuti kehidupan masyarakat kulit hitam, tapi kini situasinya berubah. Di Coronation Park, sejumlah caravan dan rumah-rumah kumuh tempat tinggal para petani miskin kulit putih tumbuh menjamur.
Sejumlah anak-anak berambut pirang dengan tampang yang dekil bermain di kawasan yang dipenuhi rongsokan barang bekas. Keadaan tersebut dahulu adalah gambaran hidup warga kulit hitam yang terpinggirkan oleh kebijakan apartheid.
Wajah-wajah lesu dengan kondisi hidup yang suram menjadi hiasan pada wajah warga kulit putih di Coronation Park, Krugersdorp, Afrika Selatan. sebuah riset mencatan, dari 4,5 Juta warga kulit putih di Afrika Selatan 450.000 orang hidup dibawah garis kemiskinan yang penuh derita.
Di Coronation Park, 400 orang warga kulit hidup dan berjuang hanya untuk dapat bertahan hidup ditengah kesulitan ekonomi yang sangat berat dilalui. Kondisi berat itu dipercaya sebagai kegagalan kulit putih beradaptasi dengan kehidupan pasca kebijakan apartheid dihapuskan.
Kebijakan pemerintah Afrika Selatan yang lebih berpihak pada warga kulit hitam menjadikan banyaknya pengangguran, tindak kriminal dan kematian. Pengangguran warga kulit hitam kini lebih diutamakan untuk memperoleh pekerjaan dibandingkan warga kulit putih, ini bak sebuah balasan dari apa yang terjadi kala politik aphartheid masih mencengkram Afrika Selatan.
Tak heran bila gereja-gereja selalu penuh dikunjungi oleh warga miskin untuk dating dan berdoa mengadukan nasibnya. Keinginan kembali ke tanah leluhur di benua putih memang pilihan terbaik bagi 400 warga yang terhimpit derita namun ketiadaan biaya membuat mimpi mereka hanya bunga tidur belaka.
Petani kulit putih Afsel memiliki kemungkinan terbunuh dua kali lipat lebih besar daripada rekannya yang berkulit hitam. Banyak petani kulit putih yang akhirnya memutuskan pergi meninggalkan Afsel.
Baca Juga:
- Reptil Dunia Terancam Punah
- Ada Komputer Di Kamar Anak Akan Ganggu Pubertasnya
- Langka, Anak Ini Menderita Dua Jenis Leukemia
RSS Feed
Twitter
6:30 AM
putra
Posted in
0 comments:
Post a Comment