Tuesday, October 15, 2013

Toilet Pengaruhi Citra Pariwisata Indonesia, Ini Faktanya
Asalasah ~ Jangan abaikan kondisi toilet. Toilet atau WC yang bersih bisa memengaruhi dan meningkatkan jumlah kunjungan di sebuah tempat wisata.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Kawasan Wisata Balekambang Endang Sri Murniyati menyatakan, sebelum ada kegiatan renovasi toilet di Balekambang, kunjungan wisatawan hanya mencapai ratusan.

Namun, kini, setelah toilet direnovasi, jumlah kunjungan wisatawan bertambah banyak dan menembus angka ribuan per hari.

“Terutama, pada hari libur, bisa berkali-kali lipat. Mungkin karena pengunjung merasa nyaman,” kata Endang kepada Republika, Selasa (1/10).

Menurut Endang, pertambahan pengunjung akan berdampak pada bertambahnya uang retribusi yang dipungut. Saat ini, Taman Balekambang menjadi salah satu tempat yang disukai wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Karena itulah, Endang mendukung segala upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kondisi toilet di tempat-tempat wisata.

Setidaknya, Endang sudah menyaksikan sendiri betapa kebersihan toilet langsung berdampak pada peningkatan jumlah pengunjung.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) merencanakan lomba toilet di tempat-tempat yang kerap dikunjungi wisatawan.

Toilet yang menjadi target utama adalah toilet tempat wisata, seperti kebun binatang, taman-taman, dan pantai di seluruh Indonesia.

“Tidak hanya itu. Kita juga berencana melombakan kebersihan toilet di stasiun kereta api,” jelas Direktur Jenderal Pengembangan Destinasi Wisata Fery Alamsyah.

Stasiun, kata Fery, dipandang sebagai salah satu tempat transit wisatawan. Penumpang datang ke stasiun untuk kemudian pergi ke tempat tujuan wisata dengan kereta api.

Wisatawan juga menggunakan toilet ketika turun dari kereta api. Para pelancong tentu menginginkan toilet yang bersih sehingga dapat digunakan dengan nyaman.

Adapun standar toilet yang baik adalah bersih, kering, sirkulasi udara lancar, dan tidak gelap. Cahaya dari luar toilet juga dapat masuk menerangi toilet.

Feri menyatakan, kondisi toilet sangat memengaruhi citra pariwisata Indonesia. Kondisi toilet yang kotor maka toilet Indonesia akan menjadi hantu masyarakat dunia saat akan mengunjungi Indonesia. “Kita akan malu jika wisatawan menilai toilet kita kotor,” katanya.

Lebih parah lagi, para wisatawan akan bercerita kepada sanak famili dan koleganya mengenai toilet di Indonesia. Kalau citra toilet di Indonesia menjijikkan, bisa dibayangkan citra yang didapat Indonesia di mata penduduk dunia.

Feri melanjutkan, kegiatan lomba merupakan pendekatan terbaik untuk membuat pengelola tempat wisata peduli kebersihan toilet.

Pada 2007, Kemenparekraf pernah mengimbau PT Angkasa Pura untuk membersihkan toilet. Sayangnya, imbauan tidak diindahkan.

Kemudian, pihaknya mengadakan lomba kebersihan toilet. “Ternyata efektif. Banyak bandar udara yang langsung menjaga kebersihan toiletnya,” kata Feri.

Semenjak itulah, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pun kerap mengadakan lomba peningkatan pelayanan di setiap bandara.

Salah satu yang dinilai adalah toilet. Bandara yang toiletnya paling bersih akan diumumkan. Toilet paling kotor juga disampaikan dalam laporan lomba itu.

Baca Juga:  
Sumber: http://gayahidup.plasa.msn.com/kesehatan/sehat-dan-bugar/republika/toilet-pengaruhi-citra-pariwisata-indonesia-ini-faktanya-1

0 comments:

Post a Comment