Akhir-akhir ini sering terdengar bahwa ponsel lokal makin menggurita dan siap menjadi pesaing bagi ponsel pintar asing.
Harga terjangkau dan fitur yang disajikan membuat banyak orang yang dari kalangan menengah kebawah kepincut untuk memilikinya yang masih menguasai pangsa pasar hingga 70 persen. Ditambah lagi dengan embel-embel "Ponsel Lokal" membuat kita mungkin merasa sedikit bangga untuk memilikinya.
Namun hal sesungguhnya adalah, tidak pernak ada ponsel lokal, yang ada hanya ponsel merek lokal. hal ini diutarakan langsung oleh Wakil Ketua Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Bidang Industri Rudi Rusdiah.
"Sepertinya sampai hari ini tidak ada industri ponsel di Indonesia, karena komponennya mayoritas adalah impor, artinya kandungan lokalnya tidak pada hardware ponsel itu sendiri, tapi mungkin hanya membuat manual, kardus, stiker merek, marketing, sales dan after sales support," katanya, Rabu (11/9).
Menurut Rudi Indonesia tidak memiliki industri hulu dan industri sehingga menjadi sangat sulit untuk Indonesia membuat produksi ponsel sendiri. Sehingga yang ada hanya ponsel-ponsel merek lokal yang tidak cukup kompetitif untuk bersaing dengan ponsel global.
"Sehingga keunggulan kompetitifnya hanya harga murah dengan menekan segala biaya termasuk biaya buruh dan margin sangat rendah," tuturnya.
RSS Feed
Twitter
9:40 PM
putra

Posted in
0 comments:
Post a Comment