
Foto: Lukisan Djokopekik. ©2013 Okesharezone
Reporter: Benny Wijaya
okesharezone - Lewat Lukisan, Djokopekik Sindir SBY dan Peradilan Korup? | Ada dua lukisan yang paling mencolok dalam pameran tunggal lukisan Djokopekik bertajuk "Zaman Edan Kesurupan" di Galeri Nasional. Selain ukurannya yang besar kedua lukisan ini menampilkan sosok-sosok yang familiar.
Lukisan pertama yang menarik perhatian adalah lukisan bertajuk 'Pawang pun kesurupan'. Dalam lukisan tersebut tampak beberapa orang berpakaian jaksa dan hakim bertingkah laku anak. Ada yang tengah bermesraan dengan wanita, ada yang memakan hewan hidup-hidup dan yang lainnya memegang tikus. Menurut kurator Dwi Marianto, lukisan tersebut adalah bentuk sindiran terhadap Kejaksaan dan persidangan.
"Karyanya yang berjudul Pawang pun kesurupan, 2012, menghadirkan absurditas dalam suatu peradilan yang dibayangkan Djokopekik," kata Dwi dalam pengantar Djokopekik 'Zaman Edan Kesurupan', Sabtu (12/10).
Karya kedua adalah Petruk Mantu yang dibuat pada tahun 2011. Gambaran dari lukisan ini menghadirkan peristiwa pernikahan dengan latar belakang bangunan putih yang megah seperti istana. Tetapi di sisi lainnya ada permukiman kumuh yang tengah digusur. Ada sepasang pengantin berikut orangtua kedua mempelai. Satu berambut putih, sedang satunya lagi berjambul rapi dan klimis namun kedua mukanya ditutup topeng tokoh pewayangan. Di belakang orang tua mempelai ada manusia-manusia menunduk sembari dikerubuti banyak tikus.
Gambaran ini mirip peristiwa pernikahan anak pejabat. Memang Djoko kerap menggunakan lukisan sebagai kritik sosial.
"Di satu sisi Djoko berempati terhadap penjual, pedagang, buruh yang dilihat sebagai subjek. Di sisi lain dia menafsirkan perilaku, ungkapan dan gestur para pejabat dan petinggi pemerintah yang diamati melalui media. Mereka diposisikan sebagai objek kemudian dikiaskan dengan metafor punokawan wayang," lanjut Dwi.
Djoko menjawab sekenanya soal lukisan ini. "Lukisan itu sebagai bahasa komunikasi ke publik. Itu orang kawin kan banyak gak satu-satunya," jawab Djokopekik.
RSS Feed
Twitter
7:05 PM
putra
Posted in
0 comments:
Post a Comment